Kunjungi Paris Tiga Kali Setahun, Prabowo Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Prancis
Poin Penting
|
PARIS, Investortrust.id — Hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis saat ini dinilai berada di tingkat terbaik dalam sejarah, berkat dukungan langsung dari Presiden Emmanuel Macron. Kedekatan ini dibuktikan dengan intensitas diplomasi yang tinggi, di mana Presiden Prabowo Subianto tercatat sudah tiga kali mengunjungi Prancis dalam tahun ini saja.
"Tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis. Dan tahun lalu, Indonesia mendapat kehormatan besar diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli, hari kebangsaan bagi Republik Prancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar. Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa, ujar Prabowo dalam sambutannya di Istana Élysée, Paris, Kamis (28/5/2026), ketika disambut oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tampak tiba di Istana Élysée dengan menggunakan mobil Mercedes Benz berwarna putih. Ketibaan Prabowo disambut Perdana Menteri (PM) Prancis, Sebastien Lecornu.
Baca Juga
Menlu Sugiono Tegaskan Kunjungan Prabowo ke Prancis untuk Penuhi Undangan Macron
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan sinergi kedua negara tercermin nyata dalam fondasi Comprehensive Strategic Partnership yang kini terus diarahkan pada kerja sama yang lebih konkret, seimbang, dan berdampak luas.
Di sektor pendidikan, Pemerintah Indonesia mengambil langkah progresif dengan merespons perkembangan global secara strategis. Presiden Prabowo mengumumkan bahwa ia telah menginstruksikan agar semua tingkatan sekolah di Indonesia wajib mempelajari bahasa Prancis demi mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.
Kerja sama ekonomi dan investasi juga terus dipacu lewat akselerasi pelaksanaan perjanjian kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Langkah ini diperkuat dengan pembentukan France-Indonesia High Level Business Council yang diharapkan mampu memperbesar ruang partisipasi serta investasi perusahaan-perusahaan Prancis di dalam ekosistem ekonomi nasional. Sebagai salah satu pemimpin di Eropa, Prancis dipandang memegang peranan yang sangat penting bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan Asia Tenggara.
"Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan. Kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, kedua negara kita bisa memainkan suatu peranan yang positif. Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian di dunia sekarang, di mana bumi sudah semakin kecil karena sains dan teknologi," ujar Prabowo.
Baca Juga
Tiba di Istana Élysée Prancis, Prabowo Disambut dengan Upacara Kenegaraan
Selain agenda ekonomi dan pendidikan, penguatan sektor pertahanan, energi bersih, serta riset teknologi menjadi fokus pembahasan utama kedua kepala negara.
Pemimpin kedua negara juga berbagi pandangan yang sama mengenai isu geopolitik internasional, khususnya terkait situasi di kawasan Timur Tengah. "Saya sependapat dengan Presiden Macron bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global. Karena itu perdamaian di kawasan Timur Tengah menjadi kepentingan kita bersama," tutur Presiden Prabowo.
Terkait resolusi konflik tersebut, Indonesia konsisten menyuarakan pentingnya keadilan universal bagi seluruh bangsa di dunia. Presiden Prabowo memuji langkah progresif Prancis yang menjadi salah satu pelopor di dunia Barat dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara. Indonesia tetap berpandangan bahwa perdamaian yang hakiki di Timur Tengah tidak akan pernah tercapai tanpa adanya Two-State Solution yang adil bagi rakyat Palestina.
Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya peran Prancis dan Eropa dalam menjaga keseimbangan global melalui tatanan dunia multipolar yang tepercaya. Pola hubungan multipolar ini diyakini mampu meredam ketegangan internasional dan mendorong perdamaian dunia yang berkelanjutan. Kunjungan ini menjadi tonggak baru bagi Indonesia dan Prancis untuk terus melangkah maju dengan arah kebijakan yang jelas serta komitmen kemitraan yang semakin kokoh di masa depan.

