Bursa Eropa Menguat Tipis di Tengah Kebuntuan Negosiasi AS-Iran
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis pada perdagangan Senin (11/5/2026). Investor mencermati perkembangan terbaru negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali menemui jalan buntu.
Baca Juga
Trump Tolak Proposal Iran, Ketegangan Selat Hormuz Bayangi Stabilitas Energi Dunia
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,1% pada akhir perdagangan. Bursa regional di London, Frankfurt, dan Milan berhasil ditutup di zona hijau, sementara indeks CAC 40 Prancis melemah hampir 0,8%.
Pergerakan sektor di kawasan berlangsung campuran, dengan saham-saham pertahanan menjadi salah satu sektor yang paling tertekan setelah prospek perdamaian di Timur Tengah mulai meredup.
Raksasa pertahanan Jerman Rheinmetall turun 2,7%, sementara produsen komponen tank Renk anjlok 3,8%. Perusahaan pertahanan Italia Leonardo melemah 3%, sedangkan Hensoldt dari Jerman jatuh 3%. Di Inggris, saham Babcock International turun 1,7%.
Tekanan pada saham pertahanan muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal balasan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, Teheran menuntut penghentian perang di seluruh front serta pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran sebagai syarat kesepakatan damai.
Namun Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa respons Iran “sama sekali tidak dapat diterima!”
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa perang dengan Iran “belum berakhir”, karena AS dan Israel masih berupaya membatasi ambisi nuklir Teheran.
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan perang Rusia-Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan konflik yang telah berlangsung empat tahun itu “mendekati akhir”, usai parade Victory Day di Moskow yang berlangsung lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, militer Ukraina melaporkan adanya serangan drone Rusia selama akhir pekan, yang dinilai melanggar gencatan senjata dua hari yang sebelumnya disepakati kedua pihak.
Di pasar komoditas, harga minyak kembali bergolak. Brent naik 2,4% menjadi US$103,77 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menguat 2,3% ke level US$97,57 per barel.
Baca Juga
Saham Teknologi Pimpin Reli di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi Baru
Sementara itu, Wall Street bergerak positif. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,3% dan mencetak rekor tertinggi baru, sedangkan Dow Jones bergerak datar.
Investor juga menyoroti rencana kunjungan Trump ke China pekan ini untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas isu perdagangan, kontrol ekspor rare earth, hingga geopolitik global.
Baca Juga

