Allianz Indonesia Kasih Tips Kelola THR untuk Dana Pendidikan Anak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang Idulfitri, banyak karyawan yang menerima THR (tunjangan hari raya) yang seringkali berbarengan dengan bonus tahunan. Tambahan pemasukan ini menjadi momentum tepat untuk menata kembali rencana keuangan keluarga, termasuk mempersiapkan dana pendidikan anak yang biayanya terus meningkat.
Head of Corporate Communications Allianz Indonesia Wahyuni Murtiani mengungkapkan, perencanaan pendidikan anak perlu dilihat secara menyeluruh, tak hanya dari sisi tabungan atau investasi, tapi juga perlindungan finansial.
“THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat dana pendidikan anak, sekaligus melengkapinya dengan perlindungan asuransi agar rencana jangka panjang tetap terjaga,” ujarnya, dalam keterangan pers, belum lama ini.
Baca Juga
Allianz Life Borong 10 Penghargaan Best Unit Link Awards 2026
Wahyuni mengatakan, risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah utama dapat memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak. Oleh karena itu, perlindungan finansial menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas rencana masa depan keluarga.
Alih-alih menghabiskan seluruh THR untuk kebutuhan konsumtif, masyarakat dapat mempertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana itu untuk dana pendidikan, dana darurat keluarga, perlindungan terhadap risiko tak terduga, serta investasi jangka panjang sesuai profil risiko masing-masing.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, lanjut Wahyuni, Allianz Syariah menghadirkan produk asuransi jiwa dwiguna (endowment) syariah AlliSya Cerdas yang dirancang untuk membantu orang tua mempersiapkan dana pendidikan anak secara lebih terencana.
“Produk ini memberikan kombinasi perlindungan jiwa dan manfaat tunai terjadwal yang dapat disesuaikan dengan tahapan kebutuhan pendidikan anak,” katanya.
Baca Juga
Gandeng HSBC, Allianz Life Rilis Sub-Dana Baru Produk Unit Link
“Di mana, peserta berhak menerima manfaat tunai sebesar 40% pada akhir tahun polis kedelapan dan 80% pada akhir tahun polis ke-11 sebelum polis berakhir,” sambung Wahyuni.
Menurutnya, produk dwiguna tersebut bisa dibeli secara digital melalui platform OptimAll Allianz dengan skema guaranteed issuance offer (GIO) berbasis kesehatan. Kontribusi minimum mulai dari Rp 500.000 per bulan, dengan usia masuk anak mulai dari 1 bulan hingga 17 tahun, dan usia dewasa 18 hingga 50 tahun.
Sementara itu, Certified Financial Planner Annisa Steviani turut menekankan pentingnya memulai perencanaan dana pendidikan anak sejak dini.
“Banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan anak ketika anak sudah masuk usia sekolah. Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir,” ucapnya.
Annisa membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat dilakukan orang tua. Pertama, melakukan survei sekolah yang diinginkan guna mengetahui kisaran biaya masuk dan biaya pendidikan mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga perguruan tinggi.
Kedua, menyiapkan rencana alternatif jika anak tidak diterima di sekolah pilihan pertama, dengan mempertimbangkan perbedaan biaya pendidikan di setiap pilihan sekolah.
Ketiga, menyusun perencanaan yang terstruktur dengan mencatat estimasi biaya pendidikan di setiap jenjang serta proyeksi kenaikannya agar memiliki gambaran yang lebih realistis.
Selain itu, orang tua juga perlu mempertimbangkan jarak kelahiran anak agar kebutuhan biaya pendidikan tidak menumpuk dalam periode waktu yang bersamaan.
“Perencanaan pendidikan bukan hanya soal menabung. Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang bisa mengganggu rencana, seperti sakit atau risiko meninggal dunia,” ujar Annisa.

