Anti Boncos! Begini Cara Atur Keuangan Selama Ramadan
JAKARTA, investortrust.id - Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Namun harus diakui pengeluaran selama bulan Ramadan akan lebih banyak jika dibandingkan dengan bulan lain, sehingga diperlukan cara jitu untuk mengatur keuangan.
Pengeluaran di bulan Ramadan yang lebih banyak dibanding bulan lain itu tervalidasi dalam riset yang dilakukan oleh perusahaan teknologi periklanan global, The Trade Desk.
Dalam riset tersebut, 32% masyarakat Indonesia mengaku belanja lebih banyak di bulan Ramadan dibanding bulan lain. Sementara 43% responden mengaku keputusan itu dilandasi oleh keinginan untuk berbelanja yang meningkat selama bulan Ramadan.
Masih dari riset yang sama, sebanyak 67% masyarakat Indonesia berencana menggunakan uang dari tunjangan hari raya (THR) untuk keperluan Ramadan. Riset tersebut hanya membahas tentang budaya berbelanja saja. Dalam praktiknya, pengeluaran untuk Ramadan memang lebih tinggi dibanding bulan lain.
Sebagai contoh, penggunaan energi listrik. Selama bulan Ramadan, rumah tangga di Indonesia akan mulai menghidupkan lampu dan alat listrik lain sejak pukul 03.00 pagi untuk sahur. Belum lagi berbicara tentang mudik. Budaya pulang ke kampung halaman sudah pasti akan membuat pemudik merogoh kocek lebih dalam dari biasanya.
Melihat fakta-fakta tersebut, sangat penting bagi Anda untuk mengatur keuangan agar tidak boncos. Lantas bagaimana caranya? Yuk, simak ulasannya berikut ini!
Mengatur keuangan sangat penting dilakukan baik di bulan Ramadan maupun di bulan lain. Memiliki pengaturan keuangan yang baik bisa mencegah hidup boros dan cash flow yang tidak teratur.
Melansir dari laman resmi OCBC pada Senin (3/3/2025), ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan selama bulan Ramadan agar tidak boncos, yakni:
1. Buat Rencana Keuangan
Cara pertama yang bisa dan wajib Anda lakukan adalah memiliki perencanaan keuangan selama bulan Ramadan. Dalam rencana keuangan ini, Anda bisa membuat daftar pengeluaran prioritas selama Ramadan, seperti membayar zakat, kebutuhan pokok, sedekah, memberi orang tua, dan sebagainya.
Selain itu, Andajuga bisa menentukan budget untuk keperluan lain, seperti buka bersama dan mudik. Tentukan agenda bukber prioritas dan berapa dana yang bisa Anda keluarkan selama periode mudik ke kampung halaman.
2. Utamakan Kebutuhan
Salah satu penyebab perilaku boros adalah kegagalan untuk membedakan mana kebutuhan dan mana keinginan. Kebanyakan orang membeli sesuatu atas dasar keinginan, padahal ia tidak terlalu membutuhkan barang tersebut.
Nah untuk mencegah boros, Anda harus bisa membedakan dan mengutamakan kebutuhan dari keinginan. Caranya, pikirkan apakah barang yang ingin dibeli itu benar-benar penting dan perlu, jika tidak maka tunda dulu keinginan untuk membelinya.
3. Hindari Bukber Terlalu Sering
Bulan Ramadan identik dengan kegiatan buka bersama alias bukber dengan teman atau kerabat. Bahkan bukber bisa menjadi ajang reuni dengan teman sekolah atau kuliah.
Tidak dapat dipungkiri bahwa bukber akan membuat Anda mengeluarkan uang ekstra. Jika satu atau dua kali mungkin masih tidak masalah, tapi jika terlalu sering, maka kantong yang akan mengering.
Untuk itu, Anda perlu memilih acara bukber mana yang prioritas. Misalnya bukber dengan sahabat, rekan kerja, atau keluarga besar saja. Dengan memilih acara bukber prioritas, Anda bisa mengerem pengeluaran.
4. Belanja Kebutuhan dalam Jumlah Besar
Cara berikutnya untuk mengatur keuangan selama bulan Ramadan adalah belanja kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Seperti yang diketahui, belanja grocery jauh lebih terjangkau secara harga dibanding belanja sedikit-sedikit.
Dalam hal ini, Anda bisa menentukan akan berbelanja 1 atau 2 kali untuk kebutuhan pokok selama bulan Ramadan. Selain itu, pilih tempat belanja atau supermarket yang sering memberikan promo atau potongan harga agar semakin irit.
5. Memasak Sendiri
Sudah menjadi rahasia umum bahwa memasak sendiri untuk keperluan makan sahur dan buka keluarga jauh lebih hemat dibanding membeli makanan di luar. Maka dari itu, Anda harus berkomitmen sejak awal Ramadan untuk memasak sendiri makanan untuk buka dan sahur.
Selain lebih hemat, Anda juga bisa memastikan asupan gizi dan kebersihan makanan keluarga.
6. Atur Uang THR
Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi berkah tersendiri menjelang akhir Ramadan. Anda akan mendapatkan tambahan uang sebesar gaji bulanan yang bisa digunakan untuk menambal keperluan atau ditabung.
Namun demikian, banyak orang yang menggunakan uang THR untuk memenuhi keinginan tanpa memikirkan kebutuhan. Alhasil, uang THR lenyap begitu saja seiring berakhirnya Ramadan.
Untuk itu, Anda harus komitmen dalam mengatur uang THR. Caranya, bagi uang THR dalam beberapa pos prioritas, seperti berapa persen untuk ditabung, berapa persen untuk dibelanjakan, berapa persen untuk kebaikan seperti zakat atau sedekah, dan seterusnya.
7. Komitmen dengan Rencana Awal
Masalah utama dalam mengatur keuangan adalah komitmen. Banyak orang yang sudah membuat perencanaan sedemikian rupa, namun berbalik arah di tengah jalan sehingga rencana keuangan hanya tinggal rencana saja. Dalam hal ini, berusahalah untuk tetap konsisten dan komitmen dengan perencanaan keuangan yang sudah Anda susun di awal Ramadan.
Mungkin akan terasa berat, tapi hal ini akan sangat baik untuk menjaga pengeluaran tidak bengkak.

