Bank Mega Syariah Catat Kinerja Positif Selama Ramadan 1447 H, DPK Tembus Rp 709 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Mega Syariah sukses mencatatkan total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 708 miliar pada momen ramadan 1447 Hijriah. Hal tersebut diraih melalui beragam program engagement nasabah yang digelar di sejumlah wilayah Indonesia.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengungkapkan, sejalan dengan total DPK, pihaknya juga mencatatkan peningkatan akuisisi DPK, dengan total 5.600 number of accounts (NoA).
“Hal ini mencerminkan semakin kuatnya preferensi nasabah terhadap produk tabungan yang mampu mengoptimalkan imbal hasil secara kompetitif tanpa meninggalkan prinsip syariah,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (13/4/2026).
Baca Juga
Harga Emas Fluktuatif, Bank Mega Syariah Dorong Strategi “Buy the Dip”
Selama periode ramadan tahun ini, lanjut Benadicto. pihaknya menyelenggarakan rangkaian program ‘Ramadan Optimal’, termasuk kegiatan Road To Diantara Doa yang digelar di tujuh kota, serta Tausiyah Gen Haji.
Kegiatan tersebut menghadirkan kajian keagamaan bersama tokoh agama, kolaborasi dengan institusi pendidikan, serta aktivitas berbasis komunitas. Seluruh rangkaian ini juga terintegrasi dengan program unggulan ramadan bertajuk Amal 2026 (Aktivasi M-Syariah di Bulan Ramadan).
“Pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi penting untuk memperluas penetrasi penggunaan layanan perbankan dalam kehidupan sehari-hari seperti tabungan, transaksi digital, hingga pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah,” katanya.
Baca Juga
Bank Mega Syariah dan BNI Salurkan Pembiayaan Sindikasi Rp 870 Miliar ke PT Pandega Citra Niaga
Di sisi bersamaan, Bank Mega Syariah juga menegaskan keberhasilan transformasi digital dalam menghadirkan kemudahan bertransaksi serta proses pembukaan rekening yang semakin praktis dan dapat dilakukan secara online.
Dari sisi transaksi digital, aplikasi M-Syariah mencatat lebih dari 230.000 transaksi selama ramadan 2026 dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 243 miliar, tumbuh 24% secara year on year (yoy). Fitur yang paling banyak digunakan meliputi transfer, QRIS, dan top up e-wallet.
Transaksi berbasis QRIS juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dibandingkan ramadan tahun sebelumnya, jumlah transaksi meningkat lebih dari 65%, sementara volume transaksi naik lebih dari 58%. Hal ini menandakan semakin luasnya adopsi pembayaran non-tunai berbasis QR di berbagai merchant.
“Ke depan, Bank Mega Syariah akan terus menghadirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat ekosistem syariah melalui inovasi produk, layanan digital, dan kolaborasi strategis guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ucap Benadicto.

