Bagikan

BSI (BRIS) Bidik 10 Juta Pengguna Mobile Banking pada 2026

Poin Penting

Target ini ditopang oleh pertumbuhan pesat superapp BYOND by BSI yang kini menjadi kanal utama layanan digital perseroan.
Hingga Desember 2025, total pengguna mobile banking BSI telah melampaui 9 juta, terdiri dari sekitar 6 juta pengguna BYOND dan lebih dari 3 juta pengguna BSI Mobile. Sepanjang 2025, BYOND juga mencatat 730 juta transaksi senilai sekitar Rp820 triliun.
BSI menyebut layanan Tabungan Emas dan ekosistem haji/umrah menjadi daya tarik utama, sejalan dengan strategi memperluas ekosistem digital dan meningkatkan frekuensi transaksi nasabah.

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) terus memperkuat transformasi digitalnya dengan menargetkan lebih dari 10 juta pengguna mobile banking pada 2026.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, target tersebut didorong oleh pertumbuhan pesat dari superapp BYOND by BSI yang kini menjadi kanal utama nasabah dalam mengakses layanan perbankan.

Sejak diluncurkan pada November 2024, lanjut dia, BYOND menunjukkan kinerja impresif dengan pertumbuhan pengguna mencapai 197% secara year on year (yoy). Hingga Desember 2025, total pengguna mobile banking BSI telah melampaui 9 juta user, yang terdiri dari sekitar 6 juta pengguna BYOND dan lebih dari 3 juta pengguna BSI Mobile.

Anggoro menyebut, transformasi digital menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan bisnis perseroan. “Digitalisasi menjadi entry gate dalam memperkenalkan produk dan layanan BSI dengan cara yang mudah, aman, dan inklusif, salah satunya melalui BYOND,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (31/3/2026).

Baca Juga

BSI (BRIS) Catat Kinerja Solid di Awal 2026, Pembiayaan Tumbuh 14,32%

Menurutnya, pertumbuhan BYOND didorong oleh pengembangan fitur dan produk yang adaptif terhadap kebutuhan gaya hidup finansial modern, khususnya generasi muda yang semakin mengadopsi transaksi cashless.

Salah satu inovasi yang menarik minat adalah layanan bullion bank berupa Tabungan Emas, yang dapat diakses dengan nominal terjangkau mulai dari Rp 50.000. Inovasi tersebut turut mendongkrak jumlah pengguna Tabungan Emas menjadi lebih dari 530.000 nasabah atau melesat 417% (yoy).

Selain itu, fitur ekosistem haji dan umrah juga terus dikembangkan, termasuk layanan pembukaan tabungan haji dengan setoran awal Rp 100.000.

”Dalam setahun terakhir, jumlah pengguna tabungan haji melalui BYOND meningkat 108% (yoy) menjadi sekitar 380.000 nasabah,” kata Anggoro.

Baca Juga

BSI (BRIS) Siapkan Uang Tunai Rp 45 Triliun untuk Penuhi Kebutuhan Dana Masyarakat di Momen Idul Fitri 2026

Dari sisi transaksi, BYOND mencatat lebih dari 730 juta transaksi sepanjang 2025, tumbuh 52% (yoy). Nilai transaksinya mencapai sekitar Rp 820 triliun atau meningkat 48% (yoy).

BSI, kata Anggoro, juga memperkuat ekosistem e-channel yang terintegrasi, mulai dari BSI Call 14040, sekitar 6.000 ATM/CRM, BYOND, BEWIZE untuk cash management institusi, BSI Net, hingga jaringan BSI Agen yang kini telah melampaui 126.000 agen di seluruh Indonesia. Layanan remitansi di berbagai negara juga melengkapi ekosistem tersebut.

Ke depan, bank berkode saham BRIS ini bakal fokus pada peningkatan kapabilitas teknologi, kualitas layanan, serta perluasan ekosistem digital guna mendorong frekuensi dan nilai transaksi secara berkelanjutan.

“Pada tahun 2026 BSI optimistis dapat mencapai lebih dari 10 juta pengguna mobile banking, didukung oleh strategi transformasi digital yang terintegrasi antar kanal dan ekosistem,” ucap Anggoro.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024