Avrist Bidik Rp 200 Miliar Premi dari Bisnis Baru pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Avrist Assurance (Avrist Life) menargetkan perolehan premi dari bisnis baru sebesar Rp 200 miliar pada 2026. Target tersebut telah dimasukan dalam bisnis perusahaan dan telah disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Direktur Avrist Life Aldi Rinaldi mengungkapkan, target tersebut disusun setelah perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja 2025 yang realisasinya berada di bawah rencana bisnis.
“Kalau performance 2025, kita kemarin hit memang di bawah plan tidak sampai 100%, kita sekitar 70%-80%. Oleh karena itu, kita coba evaluasi di tahun 2025 kemarin, kebetulan jajaran manajemen juga baru bergabung dan kita me-reset ulang,” ujarnya,” dalam Press Conference Avrist Group Financial Forum 2026, di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga
Avrist Asset Management Luncurkan Reksa Dana Syariah Avrist Sukuk Berkah 9, Imbal Hasil 6% per Tahun
Aldi menjelaskan, salah satu langkah transformasi yang dilakukan adalah penguatan internal serta pengembangan kanal distribusi. Perusahaan memisahkan pengelolaan kanal keagenan dan non agen dengan bobot yang seimbang agar keduanya dapat saling menopang.
Untuk 2026, Avrist menargetkan pertumbuhan yang lebih terukur dengan tetap menjaga kualitas bisnis. Ia menyatakan, perusahaan tak semata mengejar top line, tapi juga menjaga bottom line.
“Karena buat kita, bisnis itu kan yang paling utama quality, services, and compliance. Kita memang tidak agresif dan tidak punya kemampuan untuk menandingi mereka (kompetitor) yang sekarang melakukan strategi-strategi yang sangat agresif,” kata Aldi.
Baca Juga
Premi Avrist General Insurance Tumbuh 30,14% Jadi Rp 403,54 Miliar di 2024
“Kita cukup konservatif moderat dengan fokus pada produk-produk yang memang bisa men-generate bottom line,” sambung dia.
Dari sisi produk, Avrist masih mengandalkan produk tradisional yang pada 2025 berkontribusi sekitar 70%-80% terhadap portofolio. Sementara itu, produk unit link dipertahankan tanpa ekspansi agresif.
“Kita fokus pada produk tradisional sesuai dengan arahan bisnis kita di tahun 2025. Porsi kita juga masih banyak di produk tradisional, 70%-80% produk tradisional. Unit link kita sudah maintaining statusnya kita tidak secara agresif untuk melakukan penjualan,” ucap Aldi.
Sisanya, lanjut dia, adalah kombinasi seperti produk dwiguna (endowment) dan beberapa produk campuran lainnya. Saat ini, Avrist juga sedang berdiskusi untuk persiapan peluncuran produk baru.
Meski tantangan ekonomi dan ketidakpastian global masih membayangi, manajemen tetap optimistis dapat mencapai target 2026. Avrist saat ini memiliki jaringan distribusi di 33 kota di seluruh Indonesia yang dinilai menjadi modal penting untuk menggarap potensi pasar.
“Ini bisa meng-grab plan yang sudah kita setting di tahun kemarin untuk tahun 2026. Kita kurang lebih kita masukkan kurang lebih sekitar Rp 200 miliar untuk new business,” ujar Aldi.

