Gubernur DKI Jakarta Minta Dana Tambahan Rp 20 Triliun untuk Bank Jakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dana tambahan sebesar Rp 20 triliun kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk PT Bank Jakarta. Permintaan ini disampaikan Pramono saat bertemu dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Balai Kota Jakarta beberapa waktu lalu.
Pramono mengungkapkan bahwa awalnya rencana dana tambahan yang akan ditempatkan di Bank Jakarta sebesar Rp 10 triliun. Namun, ia meminta agar dana tersebut ditingkatkan menjadi Rp 20 triliun.
"Jadi sesuai pembicaraan pada saat Pak Menteri Keuangan ke Balai Kota waktu itu, rencananya Rp 10 triliun ya. Kemudian saya minta, kalau bisa sampai Rp 20 triliun. Sekarang yang Rp 1 triliun sudah habis. Kami menunggu, mudah-mudahan janjinya segera datang," ungkap Pramono saat ditemui usai acara Grand Launching Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Baca Juga
Dana tambahan ini diharapkan dapat membantu Bank Jakarta meningkatkan likuiditas dan menyalurkan kredit kepada masyarakat. Apalagi, Bank Jakarta sebelumnya telah menerima Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 1 triliun pada 10 November 2025, yang telah terserap sepenuhnya dalam waktu satu minggu untuk sektor produktif, khususnya UMKM.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan bahwa banknya terbuka jika Kemenkeu menempatkan SAL kembali di Bank Jakarta. "Pada dasarnya kami terbuka dan siap untuk membantu pemerintah dalam hal ini. Kita menunggu saja," ucap Agus.
Baca Juga
Agus menambahkan bahwa SAL yang sebelumnya diberikan Kemenkeu telah terserap sepenuhnya untuk sektor produktif.
"Rp 1 triliun pada waktu itu habis dalam waktu satu minggu untuk sektor produktif, khususnya di UMKM dan itu juga sudah kita laporkan ke Kementerian Keuangan," jelasnya.

