Layanan Keuangan Digital RI Melejit: GTV Sentuh US$ 538 Miliar Berkat QRIS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Layanan keuangan digital Indonesia mencatat pertumbuhan dua digit di seluruh segmen sepanjang 2025. Temuan ini dipaparkan dalam Laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company di Kantor Google Indonesia, Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Menurut laporan tersebut, Indonesia kini menjadi pasar pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara. Nilai gross transaction value (GTV) pembayaran digital diproyeksikan mencapai US$ 538 miliar, tumbuh 27% dibanding tahun sebelumnya. Capaian ini disebut sebagai hasil dari masifnya adopsi QRIS yang mendorong inklusi pembayaran digital di berbagai lapisan masyarakat.
Baca Juga
OJK dan Vara Dubai Perkuat Kerja Sama Pengawasan Aset Keuangan Digital
Subsektor digital lending juga mencatatkan performa kuat dengan pertumbuhan 29% dari 2023 hingga 2025. Meski demikian, nilai absolut pinjaman digital Indonesia masih tertinggal dari Malaysia (US$ 14 miliar) dan Thailand (US$ 17 miliar).
“Indonesia menunjukkan pertumbuhan luar biasa di seluruh lini layanan keuangan digital. Skala transaksinya kini mendefinisikan arah ekonomi digital ASEAN,” ujar Veronica Utami, Country Director Google Indonesia.
Baca Juga
Google: Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Positif 14%, Hampir Sentuh US$ 100 Miliar
Namun, laporan turut menyoroti tantangan kepercayaan konsumen, di mana sebagian besar masyarakat masih menilai penyedia layanan keuangan digital kurang dapat dipercaya dibanding perbankan tradisional. Google menilai peningkatan trust dan nilai tambah layanan akan menjadi faktor penting menjaga momentum pertumbuhan industri ini.
Dengan jumlah pengguna digital yang terus meningkat, Indonesia dinilai akan tetap menjadi poros ekosistem keuangan digital regional di ASEAN.

