Tumbuh 158%, Transaksi QRIS Tembus 10,33 Miliar per September 2025
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah transaksi quick response code Indonesian standard (QRIS) meningkat 158% mencapai 10,33 miliar transaksi hingga September 2025.
“Kita bisa melihat sistem pembayaran Indonesia telah melakukan lompatan besar, melalui berbagai inisiatif strategis. Kita lihat ada QRIS,” ujar Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, dalam Peluncuran Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025, di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Capaian tersebut, lanjut dia, telah menjangkau 58 juta pelanggan di Indonesia dan 41 juta merchant yang mayoritas atau 90% diantaranya adalah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
”Capaian ini mendorong rasio inklusi keuangan yang menurut Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional) itu menyentuh 75,02%,” kata Filianingsih.
Baca Juga
Gubernur BI Luncurkan Pengembangan QRIS Tap dan Sandboxing dengan Korea Selatan
Menurutnya, BI akan terus mendorong inovasi QRIS agar tak hanya bisa digunakan di dalam negeri saja. Saat ini layanan QRIS sudah terkoneksi dengan Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang.
”Di akhir tahun kita sudah bisa menggunakan QRIS kita di Tiongkok, dan ini dua ssi. Jadi kita ke Tiongkok dan Tiongkok ke kita. Dan Korea Selatan mungkin di tahun depan, sebelum pertengahan mungkin kita sudah bisa masuk ke sana,” ucap Filianingsih.
“Dan ini sekali lagi menegaskan bahwa peran Indonesia sebagai pionir integrasi pembayaran cross border di regional. Kita bukan pengikut tapi kita pionir, dan ke depan prospek digitalisasi sistem pembayaran ini akan terus kita dorong,” sambungnya.
Baca Juga
Di sisi bersamaan, sejak pertama kali diperkenalkan pada 2021, transaksi BI Fast juga tembus 9,61 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp 25 kuadriliun hingga September 2025.
Filianingsih memperkirakan, formula transaksi pembayaran digital ini bisa mencapai 147,3 miliar transaksi pada tahun 2030 mendatang atau empat kali lipat dibandingkan tahun lalu.
“Hal ini didorong oleh dua hal, yaitu partisipasi generasi muda, lalu derasnya inovasi teknologi,” katanya.

