UMKM Kelompok Prioritas Edukasi Keuangan OJK
YOGYAKARTA, investortrust.id – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) jumlahnya sekitar 65,46 juta dan menyumbang 60,3% terhadap produk domestik bruto (PDB), namun akses terhadap kredit masih rendah. Sebanyak 64,5% UMKM di Tanah Air ini adalah perempuan, yang bekerja mendukung kesejahteraan keluarga.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, perempuan terutama seorang ibu juga memiliki peran penting dalam keluarga terkait pengambilan keputusan keuangan, sehingga perlu memahami berbagai produk dan layanan keuangan.
“Literasi dan inklusi bagi perempuan di Indonesia telah masuk ke dalam salah satu sasaran prioritas strategi nasional keuangan inklusif yang mencakup semua segmen masyarakat, tapi difokuskan pada kelompok yang belum terpenuhi layanan keuangan formal, misalnya perempuan berpendapatan rendah, perempuan pekerja, perempuan memiliki atau pemilik UMKM, dan perempuan yang mengurus rumah tangga. Ibu-tidak hanya perlu terliterasi, tidak hanya terinklusi, tapi juga memanfaatkan produk jasa keuangan untuk memberikan pemberdayaan secara finansial untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” katanya dalam keterangan usai menghadiri acara Rapat Kerja Nasional Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Pusat ‘Asyiyah yang bertema “Inklusi Dakwah Ekonomi Perempuan Berkemajuan” di Yogyakarta, Sabtu 19 Agustus 2023. Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Umum PP ‘Asyiyah Salmah Orbayinah.
Friderica mengatakan, OJK akan terus bekerja keras meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi perempuan dan pelaku UMKM sebagai kelompok prioritas melalui berbagai program edukasi keuangan. Ia juga menyampaikan bahwa OJK bersama 495 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di seluruh Indonesia telah memiliki sejumlah program pemberdayaan perempuan dan UMKM, yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakatmelalui 35 Kantor OJK di daerah.
Perempuan, lanjut wanita yang akrab disapa Kiki itu, juga perlu memahami berbagai produk dan layanan keuangan agar terhindar dari aneka modus/skema penipuan berkedok investasi. “Intinya adalah membentengi Ibu-Ibu dengan pemahaman yang cukup, yang kuat. Jadi, apa pun modus penipuannya, Ibu-Ibu sudah akan tahu dan bisa melindungi keluarga dari berbagai modus penipuan tersebut,” katanya.

