Menteri Ferry: 82.000 Koperasi Merah Putih Dapat Kucuran Pinjaman hingga Rp 240 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan, sebanyak 82.000 Koperasi Desa Merah Putih akan mendapatkan pinjaman pembiayaan dari Himbara hingga Rp 240 triliun.
Menurut Ferry, penyaluran pembiayaan tersebut didasarkan pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. “Setiap Koperasi Desa Merah Putih diberikan Rp3 miliar. Jadi kalau 82 ribuan koperasi desa itu kurang lebih Rp240 triliun,” kata Ferry dalam pertemuan bersama pimpinan media massa di Jakarta, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Ia menjelaskan, PMK tersebut menjadi dasar bagi BPI Danantara untuk memberikan ‘lampu hijau’ kepada Himbara untuk mengucurkan pinjaman ke koperasi. Selain itu, lanjut Ferry, pemerintah juga telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 yang mengatur percepatan pembangunan fisik koperasi desa, seperti gudang, gerai, dan sarana penunjang kegiatan ekonomi.
“Setelah adanya Inpres ini, kita akan keluarkan kontrak kepada PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang diminta pak Presiden untuk menjadi pelaksanaan dari kegiatan pembangunan fisik, gudang-gudang, gerai-gerai, dan sarana penunjang lainnya,” jelasnya.
Baca Juga
Di Hari Ulang Tahun Prabowo, Groundbreaking Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Resmi Dilakukan
Ferry menambahkan, PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur koperasi desa. “Presiden minta kalau tentara ikut, kepastian waktunya lebih terjamin dan relatif lebih murah,” ujarnya.
Dikatakan Ferry, pemerintah menargetkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih dapat beroperasi penuh dengan fasilitas fisik yang lengkap pada Maret 2026 mendatang. Saat ini, tambah dia, pendataan lahan desa untuk pembangunan koperasi dilakukan setiap hari dengan target 1.500 – 2.000 titik tanah per hari.
“Tentu kita dibantu oleh Kementerian Dalam Negeri, hari Senin (27/10/2025) saya diminta mendampingi Pak Mendagri (Tito Karnavian), bertemu dengan seluruh sekda (sekretaris daerah) provinsi di Jatinangor (Bandung),” ungkap Ferry.
Baca Juga
Ferry turut menegaskan, koperasi desa akan berperan sebagai penyalur barang kebutuhan pokok masyarakat, penyerap hasil produksi warga desa, serta instrumen pelaksana program pemerintah pusat, termasuk penyaluran bantuan sosial (bansos).
“Fungsi utama koperasi desa adalah menyalurkan barang dengan harga terjangkau, menjadi offtaker hasil produksi masyarakat – apakah itu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, kerajinan, kuliner, ataupun hasil perikanan – dan menjalankan program pemerintah pusat di tingkat desa,” tutupnya.

