Runvestasi 2025, BCA Tekankan Pentingnya Investasi Aman dan Terukur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA memberikan sejumlah tips investasi di tengah ketidakpastian global yang terjadi saat ini.
Direktur BCA Haryanto T. Budiman mengungkapkan, hal pertama yang harus diperhatikan masyarakat adalah jangan berinvestasi di investasi bodong, meskipun investasi tersebut menawarkan bunga yang sangat tinggi.
"Jadi yang penting teman-teman, supaya nanti pada saat anda pensiun, dana yang diinvestasikan itu tersimpan dan menjadi besar, jangan investasi di investasi bodong. Itu rule number one," ujar Haryanto dalam acara Konferensi Pers Runvestasi 2025 di Penang Bistro, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Baca Juga
BBCA Shares Look Cheaper, Analysts Agree: Time to Accumulate Indonesia’s Leading Bank Stocks
Haryanto menjelaskan, tidak mungkin ada investasi yang menawarkan bunga tinggi dengan risiko yang rendah. Oleh karena itu, Haryanto mengajak masyarakat untuk tidak terjerumus ke investasi bodong.
"Itu tidak mungkin. Jadi kalau udah benar investasinya jangan masuk ke sana dulu. Jangan masuk ke bodong. Kita masuk ke investasi yang benar. Nah yang benar ini kita harus pilah-pilah juga. Apakah kita punya kebutuhan finansial yang besar dalam 3, 4, 5 tahun ke depan," ungkap Haryanto.
Lebih lanjut, Haryanto menekanan agar masyarakat memastikan uang yang dinvestasikan tersebut masuk ke produk-produk yang likuid. Produk investasi likuid adalah aset yang dapat dengan cepat dan mudah diubah menjadi uang tunai tanpa kehilangan nilai secara signifikan. Aset ini cenderung memiliki risiko rendah dan dapat diakses kapan saja, menjadikannya pilihan populer untuk dana darurat atau investasi jangka pendek.
"Jangan masuk ke produk yang tidak likuid. Boleh gak investasi di properti? Boleh, tapi properti itu tidak selikuid ya misalnya investasi emas atau surat berharga negara atau saham, karena properti kalau kita udah beli harganya memang naik. Tapi kalau kita mau jual, belum tentu kita bisa jual dengan harga yang kita inginkan. Kalau jual aja sih pasti bisa laku, tapi harganya mungkin malah turun. Kemudian pastikan likuid dan tidak likuid," jelas Haryanto.
Haryanto menambahkan, setelah semua itu dilakukan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan masyarakat adalah diversifikasi. Maksudnya adalah jangan menaruh semua sumber daya, baik itu uang atau investasi dalam satu jenis aset atau instrumen keuangan saja.
"Jangan taruh semua telurnya di satu keranjang. Don't put all your eggs in one basket," kata Haryanto.
Menurut Haryanto, jika dilakukan diversifikasi yang baik, maka masyarakat dapat mengalahkan inflasi. Namun, jika sudah masuk ke investasi bodong, maka semuanya akan bisa hilang.
"Jangankan mengalahkan inflasi, malah bisa hilang semua. Kalau misalnya masuk ke satu, semua ditaruh di, semua telurnya masuk ke satu basket, satu keranjang. Ya pasti bisa kalah juga, karena itu kualitasnya sangat besar. Jadi itu yang ingin saya sampaikan pastikan jangan masuk investasi bodong," tegas Haryanto.

