Perkuat UMKM dan Ritel, Hana Bank Bidik Laba Bersih Naik 15,66% pada 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) optimistis mampu membukukan pertumbuhan laba bersih double digit sebesar 15,66% year on year (yoy) hingga akhir tahun 2025, meskipun menghadapi dinamika ekonomi yang penuh tantangan.
“Hana Bank menerapkan sejumlah strategi untuk mengejar target tersebut, antara lain menjadikan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan ritel sebagai fondasi menuju pertumbuhan berkelanjutan, meningkatkan fee based income, dan menjaga manajemen pendanaan yang stabil,” kata Chief Personal Banking Officer Hana Bank Stefen Loekito dalam media gathering di Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Perseroan juga menargetkan aset naik 4,77% lalu dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 3,98%, dan kredit naik 7,76% di tahun ini. Selain itu, Stefen menambahkan, Hana Bank juga akan fokus pada diversifikasi dan kolaborasi dengan cara meminimalkan risiko konsentrasi, meningkatkan cross selling antar segmen nasabah, dan meningkatkan partnership dengan memanfaatkan sistem teknologi informasi.
Adapun untuk mengejar target tersebut, Hana Bank menetapkan tiga prioritas utama dalam target jangka pendek 2025 untuk memperkuat kinerja bisnis dan daya saing di tengah dinamika industri perbankan. Fokus tersebut meliputi kebijakan berorientasi laba, penguatan fondasi pertumbuhan, serta strategi diversifikasi dan kolaborasi.
Baca Juga
Hana Bank Bukukan Laba Rp 330,33 Miliar di Semester I 2025, Tumbuh 27%
Dalam kebijakan berorientasi laba, perseroan menekankan pentingnya kinerja yang fokus pada profitabilitas sekaligus efisiensi biaya. Sementara itu, dari sisi pertumbuhan, Hana Bank akan menjadikan segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel sebagai fondasi utama menuju pertumbuhan berkelanjutan. Strategi ini juga ditopang dengan peningkatan pendapatan berbasis biaya (fee based income) serta manajemen pendanaan yang stabil.
Lalu untuk menjaga ketahanan bisnis, Hana Bank mengedepankan diversifikasi dan kolaborasi. Upaya ini diwujudkan dengan meminimalkan risiko konsentrasi, memperkuat sinergi antar-segmen melalui cross segment referral, serta meningkatkan kemitraan (partnership) dengan pemanfaatan teknologi informasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengokohkan posisi Hana Bank dalam menghadapi tantangan ekonomi sekaligus membuka peluang pertumbuhan di berbagai lini bisnis pada 2025.
Sampai dengan semester I 2025, laba bersih Hana Bank tumbuh 27% secara yoy menjadi Rp 330,33 miliar, terutama didorong oleh pendapatan bunga bersih yang mengalami kenaikan 3% yoy menjadi Rp 944,30 miliar. Kinerja intermediasi Hana Bank juga menunjukkan tren positif. Penyaluran kredit meningkat 10% yoy menjadi Rp 39,73 triliun yang didominasi oleh segmen korporasi, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) bertambah 9% yoy menjadi Rp 27,71 triliun. Kinerja tersebut melampaui pertumbuhan kredit dan DPK perbankan secara nasional pada semester I 2025 yang masing-masing sebesar 7,77% dan 6,96%.
Baca Juga
Hana Bank Raup Laba Bersih Rp 519,43 Miliar di 2024, Tumbuh 14,61%
Kualitas kredit Hana Bank pada semester I 2025 tetap terjaga, tercermin dari rasio non performing loan (NPL) gross dan net masing-masing sebesar 0,73% dan 0,26%, jauh lebih rendah daripada NPL gross dan net industri perbankan yang masing-masing sebesar 2,22% dan 0,84%. Adapun capital adequacy ratio (CAR) Hana Bank tetap kuat di level 26,88%, di atas CAR industri perbankan yang sebesar 25,79%, menunjukkan kecukupan modal untuk mendukung ekspansi.
Sejak awal 2025, Hana Bank telah menghadirkan berbagai produk simpanan yang relevan dengan ketidakpastian ekonomi saat ini, antara lain Goal Savings dan Flexi Deposit. Selain itu, Hana Bank memperluas pilihan investasi untuk nasabah dengan menjadi mitra distribusi produk reksa dana PT BNP Paribas Asset Management dan PT Syailendra Capital, menyalurkan pendanaan kepada PT Akulaku Finance Indonesia, serta menghadirkan program loyalitas nasabah Spend4Win.
Hana Bank, tambah Stefen juga telah menyiapkan berbagai inovasi pada penghujung tahun untuk menyediakan solusi keuangan yang terintegrasi bagi nasabah, termasuk mengembangkan jenis produk pinjaman dan layanan payroll, serta menambah mitra bisnis wealth management.
Target 2027
Stefen menambahkan, Hana Bank menetapkan target jangka panjang hingga 2027 dengan fokus memperkuat posisi sebagai bank pilihan untuk seluruh segmen nasabah, mulai dari korporasi, UMKM, hingga konsumer.
Dalam pemaparan strateginya, Hana Bank menekankan lima prioritas utama. Pertama, memperkuat employer branding agar menjadi institusi dengan reputasi kuat dan pengalaman karyawan yang positif, sehingga mampu mendorong produktivitas lebih tinggi. Kedua, beroperasi dengan prinsip clean governance dan prudential banking guna memastikan tata kelola yang bersih serta manajemen risiko yang hati-hati.
Ketiga, mendorong pertumbuhan berkelanjutan dengan menjaga kesehatan finansial yang solid. Keempat, memperluas layanan ke berbagai segmen, baik bisnis besar maupun ritel. Kelima, mempercepat penerapan layanan digital banking untuk menjawab kebutuhan masyarakat di era perbankan modern.
Dengan strategi tersebut, Hana Bank sambung Stefen menargetkan dapat mengokohkan daya saing jangka panjang dan menjadi pemain utama di industri perbankan Indonesia menjelang 2027.

