Lewat 3 Jurus Ini, J Trust Bank Fokus Pertahankan Kinerja Positif
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mempertahankan tren kinerja positif ke depannya, PT Bank JTrust Indonesia Tbk atau J Trust Bank (BCIC) menyiapkan tiga strategi utama dalam penguatan modal dan keberlanjutan bisnis.
Direktur Bisnis J Trust Bank Widjaja Hendra mengungkapkan, ketiga strategi tersebut antara lain, penguatan keuntungan melalui pendapatan berbasis biaya, pinjaman sindikasi, serta pengembangan digitalisasi dan jaringan.
“Lalu, membuat produk berbasis rekening giro dan tabungan yang merupakan sumber dana murah untuk menurunkan cost of fund (biaya dana), serta ekspansi pada usaha komersil, korporasi, dan ritel,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (22/9/2025).
Baca Juga
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2025, J Trust Bank Sambut 10 Tahun Eksis di RI
Fokus ekspansi yang dilakukan J Trust Bank ini, lanjut Hendra, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. “Kami bersemangat untuk mendukung dan melayani para pelaku usaha di sektor pertanian, manufaktur, infrastruktur, dan energi terbarukan,” sambungnya.
Selain itu, juga untuk mempertahankan tren kinerja positif bank hingga saat ini. Hingga paruh pertama 2025, bank berkode saham BCIC ini mencatatkan laba Rp 112,86 miliar, jauh lebih tinggi dibanding posisi akhir 2024 yaitu Rp 2,83 miliar.
Baca Juga
J Trust Bank Gandeng JKT48 Ajak Generasi Muda Melek Finansial di Yogyakarta
Direktur Keuangan dan Perencanaan J Trust Bank Helmi A Hidayat mengatakan, capaian tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit sebesar 11,09% secara year on year (yoy) menjadi Rp 26,53 triliun di 2024, dan kembali tumbuh 8,59% secara year to date (ytd) menjadi Rp 28,811 triliun per Juni 2025.
Dari sisi penghimpunan dana, bank berhasil mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 33,89 triliun di 2024 atau naik 5,92% secar yoy dan tumbuh tipis 0,19% ytd menjadi Rp 33,96 triliun di semester I 2025.
“Kombinasi pertumbuhan ini pada akhirnya membuat LFR (loan to funding ratio) perseroan meningkat dari 74,61% pada 2023 menjadi 78,25% di tahun lalu, serta 84,82% di semester I 2025,” kata Helmi.
Sejalan dengan itu, J Trust Bank berhasil menekan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) secara konsisten. BOPO turun dari 99,12% pada 2023 menjadi 97,26% di 2024. Lalu, terus membaik menjadi 93,33% di semester I 2025.

