Bank Mega Syariah Dorong Peran Ziswaf untuk Dongkrak Kepercayaan Konsumen
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah kepercayaan masyarakat yang melemah terhadap kondisi ekonomi dan kemampuan belanja saat ini, Bank Mega Syariah menilai ini jadi momentum bagi perbankan syariah untuk memperkuat peran dalam penyediaan solusi keuangan, termasuk mendorong pengelolaan dana sosial berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf).
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah Benadicto Alvonzo Ferary mengungkapkan, melemahnya kepercayaan masyarakat tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia (BI) yang terkoreksi 0,9 poin menjadi 117,2% per Agustus 2025. Atau melemah dari posisi Juli sebesar 119,1 poin.
Oleh karena itu, lanjut dia, Bank Mega Syariah berupaya memperkuat perannya dalam memberikan solusi layanan keuangan bagi masyarakat, termasuk melalui ziswaf. Dengan memperluas partisipasi ziswaf melalui program Mega Syariah (Mesya) Berbagi Berkah.
”Program Mesya Berbagi Berkah adalah inisiatif Bank Mega Syariah yang mengajak nasabah menabung sambil berbagi dalam bentuk donasi maupun ziswaf,” ujar Benadicto, dalam keterangan pers, Minggu (14/9/2025).
Baca Juga
Menurut Benadicto, program ini memiliki dua mekanisme, yaitu autodebet dari imbal hasil atau saldo rekening, serta mekanisme loyalitas yang otomatis menyalurkan donasi bagi nasabah dengan saldo rata-rata tertentu.
Benadicto menyatakan, target penghimpunan ziswaf melalui program ini pada tahun pertama mencapai Rp 250 juta. Seluruh dana akan disalurkan melalui Yayasan CT Arsa Foundation untuk program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, serta bantuan kemanusiaan dan kebencanaan.
“Pada tahun pertama pelaksanaan program Mesya Berbagi Berkah, Bank Mega Syariah menargetkan dapat menghimpun dan menyalurkan dana ziswaf lebih dari Rp 250 juta,” katanya.
Baca Juga
Bank Mega Syariah Cetak Laba Rp 117,3 Miliar di Semester I 2025, Tumbuh 3,46%
Benadicto berharap program tersebut dapat mendukung pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), khususnya dana murah atau current account and saving account (CASA). Per Agustus 2025, CASA Bank Mega Syariah sebesar Rp 3,4 triliun atau menggenggam porsi 32,8% dari total DPK.
“Komposisi dana murah tersebut terdiri atas giro sebesar Rp 1,91 triliun dan tabungan sebesar Rp 1,49 triliun,” ucapnya.

