MicroStrategy Catat Pendapatan Rp160 Triliun di Kuartal II 2025, Ajukan IPO STRC Senilai US$ 4,2 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Perusahaan perangkat lunak dan investasi aset digital milik Michael Saylor, MicroStrategy Inc (NASDAQ: MSTR), mencatat kinerja keuangan kuartal II 2025 yang impresif dengan pendapatan mencapai US$ 10 miliar atau sekitar Rp160 triliun. Laba per saham (EPS) tercatat sebesar US$ 32, melampaui ekspektasi pasar, didorong oleh reli signifikan harga Bitcoin.
Dikutip dari CryptoNewsFlash, Senin (4/8/2025), laporan kinerja ini disampaikan bersamaan dengan pengajuan penawaran umum perdana (IPO) senilai US$ 4,2 miliar untuk instrumen sekuritas baru bernama STRC (Stretch Preferred Stock). Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk terus memperbesar kepemilikan Bitcoin dalam neraca keuangan.
MicroStrategy menyampaikan bahwa lonjakan pendapatan kuartal II terutama didorong oleh kenaikan tajam harga Bitcoin, yang meningkat 64% dari titik terendah April dan mencapai rekor US$ 123.000 per Bitcoin. Selama periode tersebut, perusahaan menambah kepemilikan sebesar 20%, dari 499.000 menjadi 597.000 Bitcoin.
Secara total, kepemilikan Bitcoin MicroStrategy kini mencapai 628.800 BTC, mewakili sekitar 3% dari total suplai Bitcoin yang beredar secara global. CFO MicroStrategy Andrew Kang menyatakan hasil ini melebihi target perusahaan.
“Kami telah mencapai yield Bitcoin sebesar 25% secara year to date (ytd), jauh lebih cepat dari target tahunan kami. Keuntungan Bitcoin kami kini melampaui US$ 13 miliar, dan kenaikan harga Bitcoin pada kuartal II mendorong laba operasional menjadi US$ 14 miliar,” jelas Kang.
Baca Juga
Pasar Kripto Waspada! Bitcoin Bertahan, Altcoin Siap-siap Melambung
Mulai awal 2025, MicroStrategy mulai menerapkan metode fair value accounting untuk pelaporan aset digitalnya, menggantikan metode sebelumnya yang hanya mengakui kerugian atau cost-less-impairment. Dengan sistem lama, seharusnya tercatat kerugian penurunan nilai sebesar US$ 180 juta.
Bersamaan dengan laporan keuangan, perusahaan mengajukan IPO untuk saham STRC senilai US$ 4,2 miliar. STRC adalah sekuritas berbasis Bitcoin yang telah tercatat di Nasdaq dengan harga awal US$ 94,50 per saham. Penawaran ini dilakukan melalui kemitraan dengan TD Securities, Barclays Capital, The Benchmark Company, Clear Street, dan Morgan Stanley.
Dana dari hasil IPO akan digunakan untuk berbagai keperluan umum perusahaan, termasuk potensi akuisisi tambahan Bitcoin.
Meski mencatat kinerja keuangan yang mengesankan, saham MSTR sempat mengalami tekanan jual setelah pengumuman laporan tersebut. Pada awal perdagangan 1 Agustus, saham MSTR turun 5% ke level US$ 380. Kendati demikian, investor institusi besar seperti Vanguard masih menjadi pemegang saham utama, meski tanpa eksposur langsung ke aset kripto.

