Dukung Transformasi Bisnis Keluarga di Asean, UOB Indonesia Luncurkan The Business Circle
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk mendampingi perusahaan keluarga dalam mengembangkan wawasan, menjalin koneksi, serta mendorong transformasi bisnis berkelanjutan di kawasan Asean, UOB Indonesia meluncurkan The Business Circle.
Wholesale Banking Director UOB Indonesia Harapman Kasan mengungkapkan, program ini pertama kali diperkenalkan di Singapura pada 2019 dan telah diperluas ke Thailand serta Malaysia. Kini hadir di Indonesia mendampingi para pemimpin bisnis generasi penerus dalam menghadapi tantangan kompleks pengelolaan usaha.
“Indonesia memiliki komunitas bisnis keluarga yang sangat dinamis, sekitar 95% dari perusahaan tercatat di bursa merupakan bisnis keluarga, dan mereka berkontribusi hampir 53% terhadap PDB (produk domestik bruto) nasional,” ujarnya, di Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Baca Juga
Menurut Kasan, program ini mencakup berbagai kegiatan seperti forum diskusi, kunjungan pasar, serta sesi berbagi pengetahuan yang membahas isu-isu strategis, mulai dari perencanaan suksesi, transformasi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga keberlanjutan.
Menurutnya, semua hal tersebut dirancang untuk membantu peserta memperkuat strategi pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan kolaborasi baru lintas negara.
“Program The Business Circle hadir untuk mendukung para pemimpin muda ini dengan menyediakan ruang untuk berbagi ide, memperluas wawasan, dan membangun warisan bisnis yang berkelanjutan di tingkat regional,” kata Kasan.
Baca Juga
DBS Indonesia dan UOB Indonesia Kucurkan Pinjaman Rp6,7 Triliun, Terbesar bagi Pusat Data
Sepanjang 2024, lanjut dia, UOB telah menggandeng sekitar 330 perusahaan untuk menjajaki peluang bisnis baru di Asean, memperluas koneksi, dan mempercepat ekspansi regional. Hingga kini, komunitas The Business Circle telah mencakup lebih dari 1.000 anggota di kawasan.
Kasan menyatakan, berdasarkan UOB Business Outlook Study 2025, sebanyak 76% pemimpin bisnis di Indonesia berasal dari generasi penerus yang mendorong transformasi lewat digitalisasi, ekspansi regional, dan penerapan teknologi seperti cloud computing (51%) serta blockchain (41%).
Selain itu, mereka juga memprioritaskan isu kesejahteraan tenaga kerja, ketahanan rantai pasok, dan pertumbuhan jangka panjang, yang menunjukkan adanya pergeseran menuju kepemimpinan yang lebih visioner dan berorientasi tujuan.
“Dengan kehadiran regional yang kuat dan kapabilitas terintegrasi, UOB menghubungkan pelaku bisnis dengan peluang global melalui jaringan perdagangan kami yang luas, didukung keahlian sektor dan platform rantai pasok yang terpadu,” ucap Kasan.

