PHE ONWJ Lanjutkan Proyek Penggantian dan Peremajaan Jalur Pipa Penyalur Bawah Laut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Demi menjamin keandalan operasi, Pertamina Hulu Energi Offshore Northwest Java (PHE ONWJ) terus tingkatkan integritas fasilitas pipa penyalurbawah. PHE ONWJ akan melanjutkan pekerjaan peningkatan fasilitas pipa bawahlaut sepanjang 22,52 km, yang menjadi urat nadi distribusi migas dari lepas pantaimenuju fasilitas pengolahan utama melalui aktivitas Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP).
Sebagai langkah awal, PHE ONWJ menggelar Kick-Off Meeting EPCI Contract for Pipeline Project 2025 (UWJ-B1C, FK-FC, EF-EA) akhir Juni lalu, yang dihadirijajaran manajemen PHE ONWJ dan perwakilan pelaksana kontraktor, PT HafarDaya Konstruksi.
“Proyek strategis ini merupakan upaya PHE ONWJ dalam mengoperasikan fasilitasoperasi hulu migas yang tua dan penuh risiko, dengan lebih aman, selamat dan andal,” ujar General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama dalam siaran pers, Senin (21/7/2025).
Baca Juga
PHE Bidik Swasembada Energi Lewat Inovasi Teknologi dan Kolaborasi
Jalur pipa alir eksisting FK-FU-FC, yang berukuran diameter 12 inci, mengalirkanhasil produksi migas dengan total produksi 963 BOPD, 1.671 BLPD, 664 MSCFD gas, dan 2.399 MDCFD. Untuk memastikan keandalan, keamanan dan keselamatanproduksi, jaringan pipa ini akan diganti dengan pipa baru berdiameter 8 incisepanjang ±4,07 km yang dipasang di kedalaman 33 hingga 35 meter.
Sementara itu, jalur pipa UWJ-B1C, yang berdiameter 12 inci dan telah beroperasisejak 1986, juga termasuk dalam rencana penggantian. Menghubungkan delapanplatform (UA, UB, UC, UXA, UYA, ULA, UWA, JJA, dan KA), pipa sepanjang ±16,97 km ini mencatatkan aliran hasil produksi hingga 2.671 BOPD dan 6,9 MMSCFD, serta menyimpan potensi cadangan hingga 3.344 MBO dan 5.904 MMSCF. Volume aliran migas yang melalui pipa ini serta usia fasilitas yang tua menjadikan jalur pipa UWJ-B1C ini sebagai prioritas utama dalam Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP).
Faktor usia dan tekanan operasi menjadikan peremajaan jalur pipa EF-EPROsebagai prioritas. Berdiameter 6 inci dan panjang ±1,48 km, jalur ini sudah beroperasi selama 40 tahun, dan mengalirkan hasil produksi 7.600 BFPD dan 800 BOPD.
Baca Juga
Usai Fabrikasi, PHE ONWJ Lepas Anjungan OOA ke Pesisir Laut Jawa
Ketiga jalur pipa vital ini berada di area strategis Lapangan FOXTROT, UNIFORM, BRAVO, dan ECHO. Penggantian ketiga jalur pipa ini ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2026.
“Langkah ini membuktikan komitmen PHE ONWJ dalam menjaga keberlanjutanpasokan energi domestik, sekaligus mencegah potensi kerugian operasional dan lingkungan di masa depan,” tutup Muzwir.
Sebelumnya PHE ONWJ telah berhasil melakukan peremajaan dan penggantiantiga jalur pipa sepanjang 22,06 km yang menghubungkan anjungan UYA dengan UA serta UA dengan UWJ, dan ESA dengan EPRO pada kuartal pertama 2025.

