Suku Bunga Turun, Allo Bank Siap Geber Kucuran Kredit
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% pada Rabu (16/7/2025) kemarin. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar bagi industri perbankan dan perekonomian secara umum.
Director of Risk, Compliance, and Legal Allo Bank, Ganda Raharja Rusli, mengatakan penurunan suku bunga merupakan sinyal positif, mengingat tingginya suku bunga dalam beberapa waktu terakhir telah menahan laju permintaan kredit dari pelaku industri di luar sektor perbankan.
“Jadi, dengan turunnya suku bunga BI, kita harapkan ini menjadi katalis yang baik untuk industri untuk mulai meningkatkan pengajuan kreditnya, dan bank juga bisa memfasilitasinya lebih baik di tahun ini,” ujar Ganda saat menjawab pertanyaan investortrust.id di Jakarta, Kamis, (17/7/2025).
Ganda menilai keputusan BI ini merupakan keputusan yang telah dinantikan banyak pihak, khususnya sektor perbankan.
Di samping itu, ia menegaskan meski perbankan siap menurunkan suku bunga kredit, namun jika pasar masih menginginkan suku bunga simpanan yang tinggi, maka ruang penurunan kredit bisa jadi masih akan terbatas.
“Jadi pertanyaannya apakah di kuartal ini atau di kuartal depan? Tapi kita memang sudah tunggu-tunggu penurunan suku bunga ini dan bank langsung respon. Cuman memang yang harus diantisipasi apakah permintaan di market, karena di satu sisi bank bisa menurunkan tapi nasabah bisa juga tetap expect lebih tinggi dari sisi tabungannya, karena suku bunga itu kan kredit, tabungan, bank harus bisa menyeimbangkan itu,” jelasnya.
“Jadi pertanyaannya apakah di kuartal ini atau di kuartal depan? Tapi kita memang sudah tunggu-tunggu penurunan suku bunga ini dan bank langsung respon. Cuman memang yang harus diantisipasi apakah permintaan di market, karena di satu sisi bank bisa menurunkan tapi nasabah bisa juga tetap expect lebih tinggi dari sisi tabungannya, karena suku bunga itu kan kredit, tabungan, bank harus bisa menyeimbangkan itu,” jelasnya.

