Tekan 'Stunting', Allianz Indonesia dan doctorSHARE Luncurkan Panti Rawat Gizi di Pulau Kei
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli bekerja sama dengan organisasi kemanusiaan doctorSHARE meluncurkan Panti Rawat Gizi di Pulau Kei, Maluku Tenggara. Inisiatif ini merupakan komitmen dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penanganan malnutrisi dan stunting di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas.
Country Manager & Presiden Direktur Allianz Life Indonesia Alexander Grenz mengungkapkan, panti ini dirancang tak hanya sebagai fasilitas perawatan, tapi juga sebagai pusat edukasi gizi dan promosi kesehatan.
“Inisiatif ini adalah bukti komitmen kami untuk mendukung masa depan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan berdaya, khususnya di wilayah dengan akses yang masih terbatas. Kami berharap langkah ini bisa memberikan dampak yang nyata dan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang,” ujarnya dalam keterangan pers, Rabu (9/7/2025).
Baca Juga
Elmie Bin Aman Najas Ditunjuk Jadi Nakhoda Baru Allianz Life Syariah Gantikan Achmad K Permana
Fasilitas ini, lanjut Alexander, mulai dibangun sejak 2024 dan diperkirakan dapat melayani hingga 300 pasien per tahun, termasuk anak-anak dengan malnutrisi, ibu hamil, dan lansia. “Allianz Indonesia percaya bahwa pengaruh positif yang mendalam berasal dari keterlibatan yang berkelanjutan dan bermakna,” katanya.
Melalui pendekatan berbasis komunitas dan berkelanjutan, program ini mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses layanan kesehatan, mengurangi angka stunting, serta meningkatkan kualitas layanan kehamilan.
Untuk mengukur efektivitas program, Allianz Indonesia dan doctorSHARE menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi dampak, termasuk survei komunitas dan pengumpulan data di lapangan.
Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti menyatakan, kesehatan merupakan salah satu pilar utama program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) Allianz Indonesia.
“Melalui program seperti Panti Rawat Gizi, kami ingin membangun kapasitas lokal dan memperkuat peran masyarakat sebagai penggerak utama. Harapannya, inisiatif ini dapat menciptakan perubahan yang berakar dari dalam komunitas dan tumbuh secara berkelanjutan,” ucapnya.
Baca Juga
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan doctorSHARE Tutuk Utomo Nuradhy mengatakan, kolaborasi ini bertujuan untuk menjawab tantangan besar dalam layanan kesehatan di daerah terpencil, seperti minimnya tenaga medis, keterbatasan fasilitas, serta hambatan geografis.
“Kami tidak hanya membangun fasilitas fisik, tapi juga menciptakan sistem layanan berbasis komunitas, termasuk pelatihan kader kesehatan lokal dan penguatan pendekatan promotif-preventif,” ujarnya.

