Digelar di 11 Kota, Wealth Wisdom Bank Permata Hadirkan Kelas Finansial Lo Kheng Hong
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Permata Tbk (BNLI) kembali menggelar Wealth Wisdom pada 2025 dengan tema "Resilient Wealth, Confident Future". Acara unggulan perseroan ini akan menghadirkan sejumlah pakar dan praktisi lintas sektor, salah satunya investor kenamaan Indonesia, Lo Keng Hong.
Direktur Consumer Banking Permata Bank Djumariah Tenteram menjelaskan, gelaran tersebut bertujuan berbagi wawasan dari berbagai bidang termasuk keuangan, kesehatan, dan pendidikan.
“Mitra strategis Permata Bank juga akan berbagi insight dan strategi dalam menghadapi dinamika ekonomi global, manajemen investasi, kesehatan, dan pengembangan diri,” jelas Mariah dalam konferensi pers yang digelar di XXI Lounge, Plaza Senayan Jakarta, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga
Laba Bank Permata (BNLI) Tembus Rp 3,6 Triliun, Melonjak 38%
Acara akan diisi oleh para narasumber kompeten antara lain sejumlah pakar di bidang perekonomian, ekonom dari berbagai manajemen aset, serta perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).
“Ada juga investor saham Lo Keng Hong,” ucap Mariah menjawab Investortrust.id.
Penyelenggaraan ke-11 Wealth Wisdom juga akan dilengkapi dengan kelas disuksi yang akan diisi oleh akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali, kreator konten dan pengusaha muda Raymond Chin, hingga jurnalis dan penulis Andy F Noya.
Menurut Mariah, upaya perusahaan memberi pembekalan bijak finansial, sejalan dengan semangat nasional dalam membangun ketahanan ekonomi. Hal ini mengingat Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 masih sebesar 4,87% (yoy).
“Angka ini menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu menjaga stabilitas. Selain itu, BPS juga mencatat deflasi sebesar 0,37% pada Mei 2025, yang secara tahunan setara dengan tingkat inflasi sebesar 1,6% (yoy),” ujar dia.
Kondisi tersebut memberikan ruang bagi masyarakat untuk merancang strategi keuangan yang lebih stabil dan terencana di tengah ketidakpastian global.
Manajemen mengklaim, Wealth Wisdom selalu mendapat antusiasme tinggi dari nasabah, terutama karena topik yang dibawa selalu disesuaikan dengan dinamika terkini dan kebutuhan masyarakat. Mariah menegaskan, tahun ini disediakan edukasi finansial holistik pertama di 11 kota.
“Kami memperkuat pendekatan holistik dengan membahas topik terkait warisan finansial, strategi investasi yang berkelanjutan,” sambungnya.
Bank Permata juga menghadirkan wawasan terkait pentingnya kesehatan dan pendidikan bagi pewaris dalam membangun kesejahteraan. Division Head, Wealth Management, Consumer Deposit & Cash Management Permata Bank Ricky Diego Yap berharap, topik yang disampaikan bisa memberi wawasan yang tidak hanya informatif, tetapi juga aplikatif.
Sebagai bagian dari industri media yang menjadi salah satu narasumber di Wealth Wisdom 2025 Jakarta, Andy F Noya menambahkan masyarakat yang tengah merancang masa depan jangka panjang membutuhkan lebih dari sekadar data dan strategi di tengah dinamika ekonomi saat ini.
“Mereka membutuhkan inspirasi, makna dan konteks,” ujarnya.
Menurut Andy, Wealth Wisdom yang dikemas secara interaktif bisa menjadi wadah storytelling yang relevan, karena bisa menerjemahkan isu makroekonomi kompleks menjadi narasi yang mudah dipahami dan aplikatif.
“Melalui pendekatan ini, nasabah Permata Bank dapat memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh dalam mengelola kekayaan secara bijak demi kesejahteraan holistik dan berkelanjutan,” tegas Andy.
Bertepatan dengan penyelenggaraan yang ke-11, Bank Permata menggelar acara ini di 11 kota di Indonesia, dari Juni hingga September 2025. Hajatan rutin perseroan tersebut akan dimulai di Kota Semarang, kemudian Yogyakarta, Palembang, Bali, Pontianak, Batam, Makassar, Bandung, Medan, Surabaya, dan ditutup di Jakarta.
Baca Juga
Laba Bank Permata Naik 30% Capai Rp 2,8 Triliun di Kuartal III 2024
Para nasabah di 11 kota tersebut diharap bisa mendapatkan sudut pandang yang menyeluruh mengenai cara membangun kesejahteraan secara berkelanjutan, mengelola risiko, serta memperkuat ketahanan keluarga dan bisnis dalam jangka panjang.
"Besar harapan kami Wealth Wisdom bisa menjadi platform awal yang memungkinkan para pewaris yang menjadi generasi penerus bisnis untuk belajar sejak dini, agar bisa mengambil keputusan bisnis yang lebih strategis di masa depan," kata Ricky.

