Mantan CEO Bank Muamalat dan Bank BJB Syariah Riawan Amin Buka-bukaan soal Industri Perbankan Syariah Saat Ini
JAKARTA, investortrust.id - Mantan CEO PT Bank Muamalat Tbk dan PT Bank Jabar Banten Syariah (Bank BJB Syariah) Achmad Riawan Amin Nasution menyampaikan pandangannya terkait perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia saat ini.
Menurut Riawan, industri perbankan syariah Tanah Air secara keseluruhan menggembirakan. Meski begitu, Riawan mengatakan agar hati-hati menerapkan strateginya, karena dominasi daripada perbankan syariah sekarang berada di satu bank, yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI.
Hal itu diungkapkan Riawan saat ditemui disela-sela acara Most Trusted Brand Awards 2025 yang digelar Investortrust bekerja sama dengan PT Infovesta Utama di The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (20/3/2025).
"Jadi sekarang itu kan perbankan syariah itu kan jadinya seolah-olah single player, kan Kadang-kadang ada satu bank besar, ada satu bank lagi, yang besar juga, tetapi kita nggak tahu status keuangannya sekarang seperti apa," ujar Riawan.
Sehubungan dengan hal tersebut, Riawan menuturkan jika kondisi ini harus betul-betul dicermati. Terutama yang paling penting itu adalah yang bank bersejarah ini atau Bank Muamalat akan dilakukan upaya seperti apa.
"Bank yang bersejarah ini mau diapain dan mau dikemanain, itu yang menjadi urgency daripada perbankan syariah. Karena kita bisa saja mengelu-elukan yang kita anggap sukses, tapi kita harus mengingat bahwa masa depan adalah akibat tindakan hari ini dengan seizin Allah, dan apa yang ada hari ini adalah akibat tindakan masa lalu," ungkap Riawan.
Riawan menjelaskan, tidak hanya industri perbankan syariah, bahkan industri ekonomi syariah dimulai dengan bangkitnya kepercayaan masyarakat terhadap syariah. Menurutnya, kepercayaan itu muncul ketika bank pertama syariah, yaitu Bank Muamalat berhasil melewati masa-masa krisis pada tahun 1998 tanpa adanya rekapitalisasi.
"Jadi, yang saya mau katakan adalah bukti kesuksesan pada krisis 98, pada saat krisis ekonomi secara menyuruh, harus dibuktikan dengan berhasilnya kembali bangkit Bank Muamalat untuk mengatasi krisis apapun yang ada sekarang," ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyebut, sesukses apapun industri syariah, jika Bank Muamalat sampai tidak ada lagi, menurutnya itu sesuatu bencana.
Baca Juga
Terapkan GCG dan Prinsip Bisnis Keberlanjutan, bank bjb dan bank bjb Syariah Raih ARA 2023
"Mungkin saya bisa jadi dibilang mendramatisir, tapi lebih baik sedikit parno daripada menyesal. Dan saya minta bantuan, dan saya minta juga perhatian yang besar daripada pemerintahan Prabowo-Gibran. Karena ini cikal bakal ekonomi syariah," kata Riawan.
Di sisi lain, Riawan menyatakan kebanggannya dengan adanya BSI sebagai sebuah bank syariah besar. Di mana, BSI masuk ke jajaran Top 10 Global Islamic Bank dari sisi kapitalisasi pasar.
"Mungkin dalam berapa tahun kita berharap sudah menaik lagi, menjadi 7 besar, kemudian 5 besar, dan seterusnya. Tetapi yang tidak boleh kita lupakan adalah selain ukuran yang besar, adalah misi yang besar. Dan kalau kita bicara misi, kita bangga ranking-nya secara global, tapi kita harus ingat, bicara umat Islam, Indonesia adalah global. Mau ngomong umat Islam, ya disini tempatnya. Kalau di Timur Tengah atau di tempat lain, ya disitu duitnya. Jadi artinya semoga itu bisa berjalan dengan seimbang antara misi untuk memberikan kebanggaan kita di level dunia, dengan misi untuk mensejahterakan, memberikan nilai tambah yang real kepada umat Islam di Indonesia," jelas Riawan.

