Genggam Saham Pegadaian & BSI, BRI Sebut Bullion Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BBRI) meyakini bahwa peluncuran Bullion Bank akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi kinerja perseroan. Pasalnya, Bank Emas pertama di Indonesia ini diinisiasi oleh PT Pegadaian (Persero) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS) yang sahamnya dimiliki BRI.
“Baik pegadaian maupun BSI, BRI punya saham di situ. Terutama pegadaian yang merupakan bagian dari holding ultra mikro yang 99% sahamnya dimiliki BRI. Kemudian kami juga masih punya 15% saham di BSI,” ungkap Direktur Utama BRI Sunarso kepada wartawan, usai peluncuran Bank Emas dari Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Sebagai induk holding ultra mikro yang beranggotakan Pegadaian dan PNM, Sunarso mengartikan pembentukan layanan bullion sebagai momen yang sangat penting karena akan turut menjadi sumber pertumbuhan bank secara signifikan.
Dia menceritakan, setiap hari ada masyarakat yang membutuhkan likuiditas dan mendatangi Pegadaian karena dianggap mampu mengatasi masalah tanpa masalah. Rata-rata, masyarakat Indonesia membawa emas seberat dua sampai tiga gram ke Pegadaian kemudian bisa pulang dengan langsung membawa dana tunai.
Kredit yang dikeluarkan Pegadaian untuk tiap nasabah pun diperkirakan sekitar Rp 4 juta dari menjaminkan emas sehari-hari, guna mendukung usaha mikro maupun kecil.
BRI mencatat, Pegadaian rata-rata bisa memegang jaminan sebanyak 90 ton emas setiap harinya, yang dihimpun gram per gram dari masyarakat di seluruh Indonesia. Senilai itu pula kredit yang diberikan Pegadaian setiap hari beri kepada masyarakat. Hal ini turut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap Pegadaian yang sudah terbentuk sejak lama.
Baca Juga
Begini Penjelasan Bos Pegadaian tentang Mekanisme Bullion Services
“Inilah yang saya katakan sumber pertumbuhan baru yang signifikan bagi BRI secara growth,” tegas Sunarso.
Pria yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Pegadaian itu pun meyakini, BSI akan turut memaksimalkan potensi pertumbuhan kinerja keuangan dari terbentuknya Bank Emas. Hal ini akan menambah dampak positif bagi BRI sebagai pemegang saham BRIS.
Bank Emas
Bank Emas dari Pegadaian dan BSI yang merupakan layanan bullion pertama di Indonesia, adalah inisiatif strategis di sektor keuangan Tanah Air. Pembentukan layanan ini juga menjadi langkah nyata dari pelaksanaan kebijakan pendorong daya saing untuk transformasi ekonomi guna mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi.
Merujuk Misi Asta Cita dan Visi Indonesia Emas 2045 dengan cadangan emas berlimpah, membuat penguatan ekosistem emas tidak menjadi pilihan tetapi panggilan bersama untuk menjawab tantangan masa kini dan masa depan.
Pemerintah mengambil langkah nyata dengan bahu-membahu mengoptimalkan daya dan potensi membangun layanan Bank Emas di Bumi Pertiwi.
“Selama ini kita tidak punya bank untuk emas kita, jadi banyak ditambang dan mengalir ke luar negeri. Makanya sekarang kita ingin punya bank khusus emas di Indonesia,” ujar Presiden Indonesia Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Kini tonggak sejarah terukir, bank emas pertama di Indonesia hadir dengan Pegadaian dan BSI sebagai anggota grup BUMN sebagai pelopor. Melalui rekam jejak yang teruji serta solusi keuangan dan investasi terpercaya, keduanya menghadirkan layanan bank emas yang mudah, cepat, aman, dan berstandar internasional.
Lebih dari sekadar inovasi investasi, dengan manfaat kemajuan kini dan nanti, layanan bank emas jadi bagian ekosistem emas dengan misi besar, peran besar, dan dampak besar. Semua ini diperjuangkan untuk lapangan kerja, devisa, ekosistem bullion, masyarakat dan umkm
“Tentunya juga manfaat pertumbuhan ekonomi yang lebih berdaya dan berjaya,” ungkap Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan.
Layanan bank emas Pegadaian dan BSI pun diyakini menjadi energi baru untuk rakyat, serta ekonomi Indonesia yang maju, makmur, dan mendunia.

