Tips Pilih Asuransi yang Tepat ala BCA Life dan BCA Insurance
TANGERANG, investortrust.id - Saat ini tidak sedikit masyarakat yang masih bingung dan kurang mengerti dalam memilih asuransi. Padahal, penting bagi masyarakat untuk mempertimbangkan berbagai aspek agar mendapatkan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka. BCA Insurance dan BCA Life membagikan sejumlah tips penting bagi calon nasabah yang ingin membeli asuransi.
Hal tersebut diutarakan dalam Talkshow Mini Studio BCA Expoversary 2025, bertajuk Prospek Bisnis Asuransi di Tahun Ular Kayu, yang digelar di Hall 3 ICE BSD City, Tangerang, Banten, Minggu (23/2/2025).
Branch Manager BCA Insurance Calvin Sutedjo mengungkapkan, sebelum membeli asuransi nasabah harus memahami beberapa langkah penting agar perlindungan yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Pertama, harus tahu dulu yang mau dia (nasabah) cover itu apa,” ujarnya.
Selanjutnya, siapkan dana untuk membayar premi asuransi. Asuransi memerlukan pembayaran premi secara berkala. Oleh sebab itu, nasabah perlu memastikan bahwa mereka memiliki dana yang cukup untuk membayar premi sesuai dengan ketentuan polis.
Baca Juga
Ekonomi Dunia Tidak Pasti, Presdir BCA Life Sarankan ‘Wealth Manager’ Lakukan Ini
Ketiga, lanjut Calvin, konsultasikan kebutuhan perlindungan asuransi dengan tenaga pemasar. Ini sangat penting untuk memahami cakupan perlindungan yang dibutuhkan. Misalnya, jenis perlindungan kendaraan apa yang tepat, atau apakah aset tertentu memerlukan tambahan proteksi dan sebagainya.
“Berikutnya, kita perlu cek reputasi perusahaannya. Selama ini oke enggak nih (reputasinya) dalam dunia asuransi. Itu kan bisa di cek dari berita-beritanya dari internet,” katanya.
Kemudian, bisa cek juga laporan keuangan perusahaan asuransi yang bersangkutan sebelum membeli produk asuransi. Karena, semua perusahaan asuransi itu dinilai berdasarkan kekuatan dananya.
Lalu kalau memang mau lebih detail, cek laporan keuangannya, karena di mana-mana semua perusahaan asuransi itu sama, asuransi itu dinilai dari kekuatan dana nya. Kalau sebenarnya dananya kurang, better harus nyari yang dananya kuat.
“Yang terakhir, itu konsultasikan dua kali,” ucap Calvin.
Karena bahasa dalam polis asuransi seringkali tidak umum dan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, penting untuk berdiskusi kembali dengan agen asuransi untuk memahami sejumlah hal, seperti batas waktu pelaporan klaim, serta cakupan yang termasuk dan tidak termasuk dalam polis.
Setali tiga uang, Head of Marketing Communication BCA Life BCA Life Lely Pekih menyatakan, dalam memilih asuransi jiwa, calon nasabah harus melakukan riset menyeluruh dan memastikan produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah identifikasi kebutuhan asuransi. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda, jika seseorang sering bepergian maka personal accident (PA) bisa menjadi pilihan yang tepat, begitupula dengan kebutuhan lainnya yang bisa disesuaikan.
“Ya memang ada BPJS, tapi ada orang yang lebih nyaman kalau (memiliki) asuransi yang swasta,” ujar Lely.
Kedua, penting untuk memperhitungkan manfaat yang diperoleh. Karena setiap individu memiliki kondisi finansial dan tanggungan yang berbeda, maka perlindungan asuransi yang dibutuhkan tentu juga berbeda.
Selanjutnya, sesuaikan premi dengan kemampuan finansial. Setelah mengetahui kebutuhan perlindungan, langkah berikutnya adalah mengecek besaran premi dan memastikan bahwa pembayaran premi tidak membebani kondisi keuangan pribadi.
“Jadi kita perlu memahami dulu kebutuhan kita, setelah itu cek berapa kira-kira preminya yang sesuai dengan kondisi keuangan,” kata Lely.
Keempat, teliti sebelum membeli. Banyak kasus klaim yang ditolak karena kurangnya pemahaman nasabah terhadap isi polis. Oleh karena itu, nasabah perlu membaca dengan cermat dan melakukan riset terlebih dahulu sebelum membeli asuransi.
Terakhir, periksa rasio kesehatan perusahaan asuransi. Salah satu indikator terpenting dalam memilih asuransi jiwa yang tepat adalah melihat risk based capital (RBC)-nya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menentukan minimum RBC bagi perusahaan asuransi sebesar 120%
“Jadi kalau semakin tinggi RBC nya maka perusahaan itu semakin baik. Jangan lupa juga cek asetnya di laporan keuangan,” ucap Lely,

