Genjot DPK, Bank Mega Syariah Resmikan KCP Prioritas Jakarta Tanjung Karang
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan dan mengembangan segmen priority banking, Bank Mega Syariah meresmikan kantor cabang pembantu (KCP) prioritas baru di Tanjung Karang, Jakarta Pusat. Peresmian ini juga sebagai langkah untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK).
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji mengungkapkan, hadirnya layanan prioritas juga menjadi bagian untuk memperkuat inklusi perbankan syariah dengan menyediakan berbagai layanan perbankan terbaik dan bersifat eksklusif.
“KCP Jakarta Tanjung Karang juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan bisnis, salah satunya melalui produk Mega First Syariah yaitu layanan eksklusif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan finansial bagi nasabah premium dan produk wealth management,” ujarnya, dalam keterangan pers. Minggu (15/12/2024).
Menurut Aji, peresmian KCP baru ini menambah jumlah cabang prioritas Bank Mega Syariah menjadi 14 cabang. Cabang-cabang tersebut tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Palembang, dan Makassar.
Baca Juga
Ditopang Dua Hal Ini, Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Naik 24,1%
Menjadi bagian dari nasabah prioritas di Bank Mega Syariah, lanjut dia, menawarkan berbagai keuntungan eksklusif, seperti akses ke MegaFirst Syariah Lounge, layanan personal dari relationship manager, bebas biaya transfer, layanan haji dan umroh Concierge, dan lainnya.
“Selain itu, nasabah juga dapat menikmati privilege lainnya seperti airport lounge, airport transfer, medical check-up, dan hadiah eksklusif pada momen spesial,” kata Aji.
Hadirnya KCP Tanjung Karang, sambung Aji, juga akan memberikan pelayanan pembiayaan konsumer dan business banking. Untuk produk konsumer yang akan menjadi fokus di KCP baru tersebut adalah pembiayaan perumahan dan pembiayaan tanpa agunan.
Hingga November 2024, total pembiayaan konsumer di Bank Mega Syariah mencapai lebih dari Rp 421 miliar atau naik 25% secara year to date (ytd). “Sementara pembiayaan business banking mencapai Rp 1,2 triliun atau naik 11,3% (ytd).
Di lain sisi, peresmian KCP Prioritas baru ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan DPK dari sejumlah produk dan program simpanan yang ada di Bank Mega Syariah, seperti Tabungan Suka Suka, Tabungan Super Saving, Tabungan Haji, dan Giro Berkah Institusi.
Hingga November 2024, DPK Bank Mega Syariah mencapai Rp 10 triliun, naik 0,7% (ytd). “Dari total DPK, porsi dana murah atau current account and saving account (CASA) meningkat dari 31,5% per November 2023 menjadi 33,5% pada periode yang sama tahun ini,” ucap Aji.

