OCBC Singapura, MUFG, CIMB dan Maybank Malaysia, hingga SMBC Dikabarkan Bersaing Rebut PaninBank
JAKARTA, investortrust.id - Oversea–Chinese Banking Corporation Ltd (OCBC Singapura) dan CIMB Group Holdings Bhd (CIMB Malaysia) tengah bersaing untuk mengakuisisi saham pengendali di PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) atau PaninBank.
Melansir Reuters, Rabu (11/12/2024) OCBC Singapura dan CIMB Malaysia telah mengajukan penawaran tidak mengikat untuk saham yang ditawarkan oleh ANZ Group Holdings Ltd dan keluarga Gunawan. Penawaran tersebut dikabarkan akan jatuh tempo pada bulan ini.
Selain OCBC Singapura dan CIMB Malaysia, Maybank Group Malaysia, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG), dan Sumitomo Mitsui Banking Corp (SMBC) juga dikabarkan tertarik untuk membeli PaninBank.
Namun manajemen PaninBank belum mengomentari isu ini, sementara OCBC Singapura, CIMB Malaysia, Maybank Malaysia, MUFG, dan SMBC menolak berkomentar.
Sebelumnya, Bloomberg dan Reuters melaporkan bahwa keluarga Gunawan dan ANZ Group Holdings Ltd. sedang mempertimbangkan untuk menjual kepemilikannya di PNBN. Keduanya memiliki total kepemilikan sebesar 85,74% saham PNBN, dengan keluarga Gunawan selaku pengendali memiliki 46,52% saham, sedangkan ANZ menggenggam 39,22% saham. Saham gabungan keduanya bernilai Rp 39 triliun berdasarkan penutupan bursa Selasa (10/12/2024).
Baca Juga
Soal Rencana ANZ Lepas Saham Bank Panin (PNBN), Ini Kata OJK
Melansir Stockbit, jika akuisisi ini terwujud, baik OCBC Singapura maupun CIMB Malaysia sebagai calon pembeli berpotensi untuk mengkonsolidasikan PNBN ke dalam unit bisnis existing masing–masing, yakni Bank CIMB Niaga (BNGA) jika dibeli oleh CIMB Malaysia, atau Bank OCBC NISP (NISP) jika dibeli oleh OCBC Singapura.
Sebab, aturan perbankan di Indonesia mewajibkan asas kepemilikan (single presence policy), di mana setiap pemegang saham pengendali hanya dapat memiliki satu bank atau beberapa bank dengan skema konsolidasi. Adapun skema konsolidasi bank ini dapat berupa penggabungan (merger), peleburan, integrasi, maupun melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB).
Pada penutupan perdagangan Rabu (11/12/2024) harga saham PNBN ditutup menguat 5,8% ke level Rp 2.010 per lembar. Sementara itu, saham PT Panin Financial Tbk (PNLF), perusahaan yang dikendalikan Keluarga Gunawan pemilik saham PNBN juga ikut naik 6,70% ke level Rp 478 per lembar.
Baca Juga
Diminati
Kabar PaninBank yang akan diakuisisi oleh Maybank Group memang sempat ramai diperbincangkan oleh pasar keuangan. Kabar ini berhembus setelah ada isu bahwa Mu'min Ali Gunawan dan Australia and New Zealand Banking Group Limited (ANZ) berniat untuk melepas saham pengendali di PaninBank.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menilai sebagai hal yang wajar. Ia memandang kondisi perbankan nasional masih sangat positif dan diminati oleh lembaga keuangan asing.
“Indonesia masih menawarkan potensi yang menjanjikan bagi bank-bank asing, terutama karena pangsa pasar yang luas di negara dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa,” ujarnya belum lama ini.
Dian menuturkan, dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan layanan keuangan terus meningkat, namun tingkat penetrasi di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara tetangga. Kondisi ini memberikan ruang bagi investor untuk mengembangkan berbagai produk perbankan di dalam negeri.
Profil PaninBank
Melansir laman resminya, perjalanan panjang selama 50 tahun telah menghantarkan PaninBank menjadi bank kategori BUKU 4 pada tahun 2019, dengan basis nasabah ritel dan komersial yang kuat serta kapabilitas digital banking yang mengikuti jaman. PaninBank terus melakukan terobosan dan inovasi untuk memperkokoh posisinya dalam industri perbankan dan perekonomian Indonesia.
PaninBank telah membangun dan mengembangkan layanan finansial bagi nasabah melalui lebih dari 500 cabang di seluruh Indonesia yang dilayani oleh lebih dari 10.000 karyawan yang professional.
Didirikan pada tahun 1971, PaninBank tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 1982 dan merupakan bank pertama di Indonesia yang mencatatkan sahamnya di bursa. Saat ini, pemegang saham PaninBank adalah PT Panin Financial Tbk (46,04%), Votraint No. 1103 Pty Ltd (38,82%), dan publik domestik maupun internasional (15,14%).

