Lindungi Nasabah, Hana Bank Rajin Adopsi Teknologi Terkini
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank KEB Hana Indonesia (Hana Bank) menegaskan komitmennya dalam melindungi nasabah dengan rajin mengadopsi teknologi terkini.
Sebagai penyedia layanan perbankan digital, manajemen menegaskan bahwa perusahaan mengutamakan keamanan transaksi pada kana digital mereka. Agar nasabah dapat baik, cepat, namun tetap aman.
“Kami juga ikut ISO sebenarnya. Kemudian teknologi-teknologi pengamanan dari sistem, kami pastikan teknologi yang diadopsi itu adalah teknologi yang memang terkini,” ujar Head of Technology Product Development KEB Hana Oktavianus Michael kepada investortrust.id, beberapa waktu lalu.
Michael mengaku, pihaknya turut mengusahakan agar fitur-fitur perbankan digital yang dihadirkan sudah dipastikan memiliki keamanan paling mumpuni yang perusahaan miliki. Tak lupa, perseroan juga terus berinovasi agar transaksi di KEB Hana selalu masuk kategori baik dan aman.
“Untuk setiap hal-hal yang sudah kami adopsi, pasti akan kami upgrade dan benchmarking ke market. Apa yang paling baik sehingga pada akhirnya kami adopsi yang memang paling baik di market,” papar Michael.
Baca Juga
Buana Finance (BBLD) Raih Pinjaman Berjangka Rp 200 Miliar dari Bank KEB Hana
Teknologi dimaksud, termasuk teknologi pengamanan untuk transaksi mengantisipasi adanya spoofing. Anti-spoofing adalah skema atau teknik yang dirancang untuk mendeteksi dan mencegah penyamaran komunikasi dari sumber tak dikenal, seolah-olah berasal dari sumber dikenal dan terpercaya.
Pada tahap pengawasan atau monitoring, KEB Hana juga melakukan penetrasi injection dan artificial intelligence (AI). Hal ini demi menghadang SQL injection, teknik serangan eksploitasi pada basis data yang terintegrasi dengan situs web yang memungkinkan penghancuran dan manipulasi data.
“Hal-hal itu ya kami pasti lakukan benchmarking, dalam arti kami lihat provider di market seperti apa. Kemudian kami lihat dari sistem keamanan yang kami miliki seperti apa, lakukan penetration testing dan seterusnya. Sehingga pada akhirnya semua loop-loop atau titik-titik dimana itu bisa diperbaiki pasti akan kami perbaiki,” tegas Michael.
Pengawasan pun diakui akan terus diperbarui. Mengingat, perkembangan teknologi terus melaju pesat dan dapat menjadi dua mata pisau yang tidak hanya menguntungkan, namun juga bisa merugikan suatu pihak.
Menurut Michael, seiring perkembangan teknologi, kejahatan siber juga akan terus berevolusi. Sehingga perusahaan bank harus membangun benteng keamanan yang kuat.
Manajemen mengakui, serangan siber di layanan perbankan secara digital cukup kencang terjadi. Oleh karena itu, berbagai upaya pencegahan dilakukan untuk lebih awal mengantisipasi berbagai risiko.
“Jangan sampai kami menjadi korban dan nasabah-nasabah kami jadi korban pada akhirnya. Kami berusaha semaksimal mungkin untuk hal itu bisa kami mitigasi dengan yang paling baik,” ungkap dia.
Sebagai informasi, Bank KEB Hana sudah mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 terkait keamanan dan kerahasiaan data. Dengan semua fondasi perlindungan konsumen yang dibangun, perseroan bertujuan memperluas basis pelanggan dan mendorong peningkatan jumlah transaksi.
Baca Juga
Hana Bank Gandeng Korea Tourism Organization Dorong Kunjungan ke Korea Selatan
Hal tersebut diyakini dapat tercapai bila kepercayaan konsumen pada keamanan transaksi di KEB Hana, semakin meningkat. “Bagaimana customer base yang ada, bertransaksi aktif di KEB HANA,” imbuhnya.
Perusahaan yang dulunya bernama Bank Pasar Pagi Madju itu pun memenangi penghargaan Digital Banking Awards 2024 KBMI 2 Kategori Dimensi Manajemen Risiko.
Michael berterima kasih atas apresiasi yang diberikan dan berharap penghargaan ini dapat menjadi katalis positif bagi manajemen, untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan digital bagi masyarakat.
“Mari terus melakukan inovasi dan berkolaborasi bersama untuk membangun perbankan digital di Indonesia lebih baik lagi,” pungkasnya.

