Bank Mandiri (BMRI) Raih ‘Best of The Best’ di Digital Banking Awards 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memboyong penghargaan utama dari ajang Digital Banking Awards (DBA) 2024 yang diselenggarakan Intellectual Business Community (IBC) bersama Investortrust.id di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (26/11/2024).
Pada ajang DBA 2024, sebanyak 36 bank menyabet penghargaan termasuk Bank Mandiri yang mendapat penghargaan kategori KBMI (Kelompok Bank Modal Inti) IV Dimensi Teknologi dan Dimensi Manajemen Risiko. Selain menyandang dua penghargaan tersebut, Bank Mandiri juga meraih predikat “Best of The Best”.
Penerimaan penghargaan diwakilkan oleh Nurul Kamaril Istiana selaku Vice President Digital Retail Banking Bank Mandiri. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya atas penghargaan luar biasa yang diberikan untuk perseroan.
Baca Juga
"Di tengah-tengah akselerasi transformasi digital yang terus kami lakukan untuk mendukung ekosistem digital di Indonesia. Mudah-mudahan dengan penghargaan ini, Bank Mandiri bisa terus termotivasi dalam memberikan layanan digital yang terbaik untuk masyarakat," kata Nurul dalam victory speech-nya.
Lebih lanjut, Nurul juga mengatakan pihaknya menyadari bahwa digitalisasi adalah kunci untuk tetap relevan dalam memberikan layanan keuangan yang komprehensif kepada nasabah.
DBA 2024 ini merupakan ajang ketiga kalin setelah acara serupa digelar pada tahun 2022 dan 2023. Adapun kriteria penilaian mengacu pada enam dimensi utama kematangan digital serta sub-sub dimensi (21 sub-dimensi) yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. Keenam dimensi tersebut adalah dimensi data, teknologi, manajemen risiko, kolaborasi, tatanan institusi, dan customer.
Ketua Dewan Juri DBA 2024, Bayu Prawira Hie menyatakan, digital banking menjadi tumpuan masa depan perbankan nasional, terutama dalam menjangkau keseluruhan masyarakat Indonesia.
“Oleh karena itu, kita semua harus mendukung percepatan dan peningkatan kualitas digital banking di industri perbankan nasional kita,” kata Bayu, yang juga Direktur Eksekutif Intelectual Business Community.

