BCA Syariah Optimistis Jaga NPF di Bawah 2% Hingga Akhir 2024
BOGOR, investortrust.id - Di tengah potensi kenaikan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) di industri perbankan akibat ketidakpastian ekonomi, PT Bank BCA Syariah optimistis bisa menjaga NPFdi bawah 2% hingga akhir tahun ini.
“Kita tetap insyaallah bisa menjaga NPF hingga akhir tahun dengan nilai yang sangat baik, insyaallah tidak sampai 2% NPF,” ujar Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum, dalam BCA Syariah Media Workshop 2024 yang digelar di Bogor, Jumat (22/11/2024).
Namun, ia tidak merinci berapa nominal target NPF hingga akhir tahun ini. Meski begitu, optimisme ini didasari oleh prinsip kehati-hatian dan penerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) yang diterapkan BCA Syariah.
“Di kami alhamdulillah sangat terkendali (NPF), karena memang prinsip kehati-hatiannya tetap kami jalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Yuli.
Hingga September 2024, melirik laporan keuangan publikasi di website, NPF gross maupun net BCA Syariah masing-masing berada di level 1,91% dan 0%.
Tak dapat dimungkiri, menurut Yuli, potensi kenaikan NPF bisa didorong oleh ketidakpastian ekonomi yang menimbulkan tantangan, tak terkecuali sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kondisi ini bisa saja membuat kemampuan UMKM dalam membayar angsuran kreditnya menjadi tersendat.
“Tantangannya adalah di kategori segmen UMKM itu memang endurance itu butuh, butuh pembuktian endurance yang sangat tinggi,” ucapnya.
Dikatakan Yuli, yang terpenting bagi pelaku ekonomi ketika menghadapi badai seperti daya beli turun, ialah tetap memiliki endurance atau ketahanan, energi, dan performa yang baik.
“Itu yang kadang-kadang fail, agar pelaku UMKM ini punya endurance yang tinggi. Jika berbicara endurance, selain dari sisi tenaga kerja, juga dari support keuangan,” kata dia.
Sekadar informasi, merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga September 2024 perbankan syariah mencatatkan NPF 2,15%, menurun jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 2,19%.

