Bos IFG: Rendahnya Literasi Soal Asuransi Timbulkan Kerugian di Masyarakat
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Indonesia Financial Group (IFG) Hexana Tri Sasongko menyampaikan pandangannya terkait industri asuransi di Indonesia. Menurut Hexana, industri asuransi Indonesia setidaknya pada lima tahun yang lalu tidak baik-baik saja akibat rendahnya literasi, sehingga menimbulkan korban kerugian di masyarakat.
Hal itu diungkapkan Hexana dalam acara IFG Research Dissemination 2024 di Financial Hall, Gedung Graha CIMB Niaga, Kamis (21/11/2024).
"Kenapa masyarakat menjadi korban? Karena literasinya rendah, inklusinya sebenarnya juga relatif rendah, cuman inklusinya lebih tinggi dari literasi. Artinya sudah bertransaksi, berhubungan dengan asuransi tetapi pemahamannya belum," ujar Hexana.
Lebih lanjut, Hexana menyebut, dengan populasi Indonesia, potensi industri asuransi di Tanah Air sangat besar. Mengingat, literasi asuransi dan inklusi asuransi yang masih rendah
"Jadi marketnya dari potensialnya. Jadi kita akan meng-create. Jadi produk yang diperlukan. Di negara maju, kalau nggak punya medical, nggak mungkin. Jadi asuransi menjadi kebutuhan yang mendasar, bukan lagi kebutuhan secondary," jelas Hexana.
Sebagai tambahan informasi, Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 menunjukkan bahwa tingkat indeks literasi asuransi pada tahun 2024 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 76,25% dari posisi tahun 2022 sebesar 31,72%.
Sementara itu, indeks inklusi asuransi pada tahun 2024 tercatat 12,21% atau turun dari tahun 2022 di level 16,63%.

