Masyarakat Indonesia Gampang Terjerat Pinjol, BRI Beberkan Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI buka suara terkait masyarakat Indonesia yang sangat gampang terjerat dengan pinjaman online alias pinjol.
Department Head of IT Strategy Enterprise Architecture Division BRI Yoseph Lie mengungkapkan, masyarakat Indonesia gampang terjerat pinjol dikarenakan kecepatan pencairan dana dari pinjol.
"Kalau boleh saya kasih statement, kecepatan untuk disbursement, jadi coba kita bayangkan seberapa cepat si peminjam dari dia inquiry sampai uangnya masuk ke rekening dia itu seberapa cepat," ujar Yoseph dalam acara Investortrust Focus Group Discussion Digital Banking Awards 2024 di Kantor Investortrust.id, Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta, Rabu (20/11/2024).
Baca Juga
BRI Bagikan Strategi Pengelolaan Keuangan dan Investasi Bagi Generasi Muda
Sehubungan dengan hal tersebut, Yoseph menjelaskan bahwa bank-bank konvesional setidaknya harus menyamai kecepatan untuk pencairan dana dari pinjol. Terlebih, masyarakat yang meminjam tersebut memerlukan uang dalam waktu yang cepat.
"Sometimes kan di bank-bank konvensional ini masih, saking konvensionalnya banyak step-step yang seharusnya bisa kita rampingkan, tapi karena satu dan lain hal masih belum kita lakukan," ungkap Yoseph.
Baca Juga
BRI Hadirkan Kemudahan Investasi Sukuk Tabungan ST013 Melalui BRImo
Lebih lanjut, terkait hal itu, Yoseph membeberkan bahwa BRI sudah melihat ke arah situ, guna merampingkan dari segi kecepatan proses pencairan pinjaman.
"Jadi kita lihatin lagi proses pencairan pinjaman. Jadi kita pengen coba lihatin lagi dari ujung ke ujung gitu, dari pada saat nasabah meminta sampai uangnya cair ke rekening mereka, step-step mana yang bisa kita rampingkan gitu," jelas Yoseph.

