BRI Sampaikan Usulan Skema Baru KUR, Fokus ke Inklusi dan Graduasi UMKM
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk Supari mengusulkan skema penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk tahun depan. Supari menyebut fokus penyaluran KUR diarahkan untuk mendorong inklusivitas dan graduasi pelaku UMKM.
“Kelihatannya KUR harus mulai berbeda skemanya. Menurut saya hanya dua saja, dalam rangka inklusi dan menyiapkan graduasi atau pregraduasi,” ujar Supari dalam diskusi Menuju Satu Dekade KUR untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melalui Pembiayaan Usaha Produktif, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Supari menyebut plafon KUR Mikro saat ini dipatok maksimal Rp 100 juta. Nasabah yang mayoritas terdiri atas KUR Mikro menarik pinjaman di kisaran Rp 30 juta hingga Rp 40 juta.
“Kalau kerangkanya inklusi, supaya yang akses banyak, maka sampai Rp 50 juta saja (plafonnya). Selebihnya seperti apa? Kita siapkan untuk pregraduasi,” ucap dia.
Supari mengatakan kriteria UMKM yang masuk dalam fase pregraduasi dapat dilihat melalui kelancaran kredit. Pelaku UMKM yang menarik pinjaman bisa mengakses hingga Rp 70 juta dan berlangsung hingga empat siklus pinjaman.
Baca Juga
Jika usulan ini disepakati, ujar Supari, akan menentukan komposisi penyaluran. “Angka kami, optimal itu 70% di inklusi dan 30% di graduasi,” ujar dia.
Kajian BRI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan dengan kucuran KUR terjadi peningkatan rata-rata pendapatan debitur antara 32% hingga 50%. Kemudian KUR mampu meningkatan pendapatan sekitar 34% hingga 38%. Selain itu, debitur KUR cenderung memiliki tenaga kerja 28% lebih tinggi dibandingkan non-debitur.
Sejauh ini, BRI telah memainkan perannya sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia. Sejak program KUR bergulir, perseroan telah menyalurkan KUR sekitar Rp 1.300 triliun kepada 42 juta debitur.
"42 juta masyarakat itu menerima fasilitas KUR dari lembaga penyalur KUR yang namanya BRI. Jadi itu per 100 rumah tangga, 15 rumah tangga di antaranya telah mengakses atau menjadi penerima KUR," kata dia.
Mayoritas penyaluran KUR yang dilakukan BRI ditujukan ke sektor-sektor produktif, dengan porsi 60%. Pertumbuhan penyaluran KUR di sektor pertanian, misalnya, telah mencapai 51%. Lalu pertumbuhan KUR di sektor perikanan mencapai 25% dan pertumbuhan di sektor industri mencapai 16%.

