Pacu Dana Murah, Bank Muamalat Dorong Kanal Digital
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk berupaya untuk memacu dana murah atau current account and saving account (CASA) ke depannya. Saat ini dana murah berkontribusi 51,9% terhadap total dana pihak ketiga (DPK).
Direktur Bank Muamalat Karno mengungkapkan, pihaknya mencatatkan total DPK sebesar Rp43,19 triliun di kuartal III 2024. CASA mengkontribusi pangsa sebesar 51,82% dari total DPK, dengan rincian tabungan Rp 16,5 triliun dan giro mencapai Rp 5,88 triliun.
Dikatakan dia, Bank Muamalat berupaya untuk mengurangi beban margin melalui penghimpunan dana murah sejalan dengan fokus bisnis pada segmen ritel. Bank Muamalat terus mengoptimalkan akuisisi dana murah dari kanal digital, seperti aplikasi mobile yaitu Muamalat DIN untuk nasabah perorangan dan layanan internet banking untuk nasabah korporasi yakni Madina.
“Untuk memacu dana murah, kami mendorong peningkatan rekening secara online melalui fitur digital customer on board yang tersedia di Muamalat DIN,” ujanya, dalam keterangan resmi, Kamis (31/10/2024).
Menurut Karno, semua proses pembukaan rekening dapat dilakukan secara online mulai dari pengisian data pribadi, pemilihan produk tabungan, hingga verifikasi data diri secara elektronik atau electronic know your customer (e-KYC).
“Pembukaan rekening secara online via Muamalat DIN telah meningkat lebih dari dua kali lipat,” katanya.
Baca Juga
Bank Muamalat Bidik Pertumbuhan KPR hingga 5 Kali Lipat di Akhir 2024
Saat ini, lanjut Karno, aplikasi mobile Bank Muamalat tersebut telah digunakan lebih dari setengah juta pengguna aktif. Per September 2024, jumlah transaksinya mencapai lebih dari 75 juta, dengan volume transaksi mencapai lebih dari Rp 99 triliun.
“Loyalitas pengguna baru Muamalat DIN juga terus meningkat, ditandai dengan tren jumlah nasabah baru yang melakukan transaksi lebih dari 10 kali setiap bulannya,” ucap Karno.
Selain itu, layanan internet banking Bank Muamalat juga mencatat kinerja yang solid, dimana jumlah pengguna Madina bertambah 2.287 pengguna atau meningkat 24% secara year on year (yoy) menjadi Rp 11.779 pengguna. Sejalan dengan itu, frekuensi transaksinya naik 26% (yoy) menjadi lebih dari 1,2 juta transaksi, lalu volume transaksinya tumbuh 11% (yoy) menjadi Rp 39,7 triliun.
Baca Juga
Terlepas dari itu, jika melirik kinerja keuangan publikasi di website, total DPK Bank Muamalat menurun 10,10%, dari Rp 48,05 triliun pada di kuartal ketiga 2023 menjadi Rp 43,19 triliun di periode yang sama tahun ini.
Namun, jika dirinci, CASA mengalami pertumbuhan 3,98% dari Rp 21,53 triliun pada kuartal ketiga 2023 menjadi Rp 22,38 triliun di periode yang sama tahun ini.
Di sisi lain, dana mahal sebesar Rp 20,81 triliun di kuartal ketiga 2024, menurun 21,53 % dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 26,52 triliun. Sementara, total pembiayaannya sebesar Rp 18,21 triliun pada kuartal III 2024, juga menurun 16,02% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 21,70 triliun.

