OJK: Tingkat Literasi Keuangan Digital Masih Perlu Ditingkatkan
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan selalu hadir untuk meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Terlebih, indeks literasi digital Indonesia baru mencapai 62%.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Hasan Fawzi mengungkapkan, mengacu pada data dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) tersebut, angka ini merupakan yang paling rendah jika dibandingkan dengan negara ASEAN yang rata-rata mencapai 70%.
"Kami di OJK bersama rektor dan seluruh civitas akademika akan terus hadir untuk memastikan meningkatkan literasi keuangan digital di kalangan masyarakat. Khususnya tentu di kalangan para generasi muda yang masih perlu ditingkatkan," ujar Hasan dalam acara OJK Digital Financial Innovation Day (Digination) 2024 di yang digelar secara hybrid di Makassar, Jumat (18/10/2024).
Baca Juga
Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Gelar Edukasi ke Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi
Lebih lanjut, Hasan menyebut, jika mengacu pada Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK di tahun 2024, indeks literasi dan inklusi keuangan Indonesia baru mencapai 65% dan 75%.
Sehubungan dengan hal tersebut, Hasan menjelaskan, meskipun akses terhadap layanan keuangan sudah semakin luas, tapi pemahaman masyarakat terhadap risiko dan manfaat termasuk penggunaannya melalui media digital masih terbatas.
"Nah tantangan ini saya kira sangat relevan buat kita semua yang merupakan digital native tadi," ungkap Hasan.
Baca Juga
Tekankan Pentingnya Literasi Keuangan, OJK Ajak Generasi Muda Mulai Kelola Keuangan dengan Skema Ini
Oleh karena itu, Hasan pun membeberkan bahwa pemahaman yang baik tentang inovasi dan keuangan digital akan menjadi kunci dalam terus memastikan bahwa masyarakat dapat menggunakan produk dan layanan keuangan digital secara bijak. Di mana, literasi keuangan digital adalah kunci dalam menggunakan layanan keuangan digital.
"Semakin tinggi tingkat literasi keuangan digital maka semakin besar kemampuan masyarakat dalam mengenali risiko saat menggunakan layanan keuangan digital, sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan dan langkah yang tepat," terang Hasan.

