Investasi Emas Makin Mudah, BCA Syariah Tawarkan Solusi Cerdas Bagi Nasabah
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk meningkatkan inklusi keuangan berbasis syariah di Indonesia, sekaligus memberikan alternatif investasi yang aman bagi masyarakat, PT Bank BCA Syariah menawarkan kemudahan dalam berinvestasi emas.
Sejak dulu, emas dianggap sebagai aset yang memiliki nilai intrinsik dan cenderung stabil, bahkan di tengah ketidakpastian ekonomi. Salah satu alasan utama banyak orang menjatuhkan pilihannya kepada emas sebagai investasi karena nilainya yang tahan terhadap inflasi dan fluktuasi pasar.
Harga emas juga dari waktu ke waktu selalu meningkat. Merujuk data Goldprice.org, kenaikan harga emas dalam satu dekade terakhir sudah lebih dari 110%. Sementara, melirik website Logam Mulia, harga emas mengalami peningkatan 30,28% secara year to date (ytd), dari Rp 1,07 juta per gram pada Januari 2024 menjadi Rp 1,35 juta per gram di September 2024.
Direktur BCA Syariah Pranata mengungkapkan, nilai emas relatif stabil meski dalam kondisi tekanan ekonomi, dan seringkali dijadikan alat lindung nilai bagi masyarakat. Oleh karena itu BCA Syariah menawarkan cara berinvestasi emas dengan mudah dan cerdas melalui produk Pembiayaan Emas iB.
Baca Juga
Harga Emas Antam Berbalik Naik Rp 3.000 Jadi Rp 1.481.000 per Gram
Menurutnya, produk ini ditujukan bagi seluruh masyarakat khususnya generasi muda yang saat ini mengharapkan investasi mudah, cepat, dan menguntungkan. Yang utama, program pembiayaan untuk kepemilikan emas ini berpedoman pada prinsip syariah, dengan menggunakan akad murabahah (jual-beli).
“Selain proses pengajuan pembiayaan yang sangat mudah, keunggulan dari pembiayaan emas kami antara lain kepastian gramasi dan angsuran hingga akhir pembiayaan dengan jangka waktu yang dapat disesuaikan dengan kemampuan nasabah,” ujar Pranata, dalam acara media gathering BCA Syariah bertajuk ‘Cerdas Berinvestasi Emas’, di Jakarta, Senin (7/10/2024).
Pembiayaan Emas iB, lanjutnya, dilengkapi dengan kemudahan pengajuan pembiayaan dengan layanan akad di tempat untuk pengajuan pembiayaan di luar cabang. Selain itu, kini BCA Syariah tengah mengembangkan pengajuan pembiayaan Emas iB secara online melalui mobile banking terbarunya yaitu BSya (bi-sya) by BCA Syariah.
“Melalui pembiayaan Emas iB, kami ingin meningkatkan akses masyarakat terhadap produk investasi di bank syariah sekaligus membantu mengamankan masa depan finansial mereka dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip syariah,” kata Pranata.
Baca Juga
BCA Syariah Bidik Segmen Wealth Management di 2026, Apa Alasannya?
Dikatakan dia, saat ini Pembiayaan Emas iB menjadi salah satu produk konsumer BCA Syariah yang mencatatkan kenaikan outstanding pembiayaan mencapai 218,0%, dari Rp 41 miliar pada Agustus 2023 menjadi Rp 127,3 miliar pada periode yang sama tahun ini.
Sejalan dengan itu, jumlah number of account (NoA) Pembiayaan Emas iB juga meningkat 84,63% dari 3.150 NoA pada Agustus 2023 menjadi 5.816 NoA pada periode yang sama tahun ini. Di sisi bersamaan, pertumbuhan pembiayaan emas tersebut juga mendorong pembiayaan konsumer di BCA Syariah yang tumbuh 89,1% secara year on year (yoy).
Produk pembiayaan emas BCA Syariah memiliki beragam fitur dan benefit, antara lain proses mudah dan cepat, akad murabahah (jual-beli), jumlah pembiayaan mulai dari setara 10 gram logam mulia Antam, jangka waktu pembiayaan maksimal 5 tahun, uang muka minimal 20% dari harga beli logam mulia, serta marjin setara 9,5% efektif per tahun.
Selain menawarkan beragam hal tersebut, produk ini juga mudah didapatkan, karena syarat untuk menjadi nasabah. Yaitu warga negara Indonesia (WNI) minimal 21 tahun; karyawan/wiraswasta/
Ke depannya, BCA Syariah juga berencana akan memperkenalkan produk tabungan emas yang memungkinkan nasabah untuk menabung dan mengubah simpanan mereka menjadi aset fisik.
Bidik Pertumbuhan Pembiayaan Emas 300%
Seiring dengan pertumbuhan positif Pembiayaan Emas iB hingga Agustus 2024, Pranata menilai prospek produk ini ke depan masih sangat cerah. Oleh karena itu, BCA Syariah menargetkan pembiayaan emas hingga akhir tahun ini bisa tumbuh hingga 300% (yoy).
“Sampai akhir tahun ini kita terus upayakan pertumbuhan dengan cukup baik. Mudah-mudahan bisa ditutup di kisaran Rp 300 miliar (pembiayaan emas), dengan pertumbuhan di kisaran 200-300% dibandingkan tahun lalu,” ucap Pranata.
Optimisme tersebut sejalan dengan animo masyarakat yang besar terhadap investasi melalui pembiayaan emas di BCA Syariah. “Kita harapkan rasanya sampai dengan akhir tahun (2024) trennya masih tetap bisa bertahan,” ujar Pranata.
Terlepas dari itu, Financial Planner Aliyah Natasha mengatakan, pentingnya bagi generasi muda untuk melek investasi guna mencapai keamanan finansial di masa mendatang. Terlebih di tengah gejolak geopolitik yang mempengaruhi kondisi saat ini, masyarakat perlu memahami pilihan instrumen investasi yang tepat.
”Emas menjadi salah satu pilihan yang tepat karena relatif aman, likuid, dan menguntungkan dalam jangka waktu sedang maupun panjang,” ucap Aliyah.
Setali tiga uang, Analis Broker Okta Kar Yong Ang memprediksi bahwa harga emas akan terus meningkat hingga 2025. “Emas akan menguji level US$ 2.600 dan dapat bergerak menuju US$ 3.000 pada tahun depan. Tapi analisis teknis mengindikasikan bahwa harga dapat mencapai level tertinggi ini hanya setelah koreksi bearish yang sehat,” katanya, dalam keterangannya, medio September 2024.

