Tingkatkan Efisiensi Kredit, OJK Luncurkan Peta Jalan Pengembagan dan Peguatan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan 2024-2029
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi penyaluran kredit dalam rangka mendorong pertumbuhan kredit dan inklusi keuangan nasional, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Peta Jalan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) 2024-2028.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, peta jalan ini berujuan untuk mewujudkan LPIP yang berintegritas, inovatif, dan kredibel. Peran LPIP diperlukan dalam mendukung lembaga kasa keiangan mengoptimalkan perangkat penilaian kelayakan kredit yang komprehensif.
“LPIP memiliki peran sangat penting dalam memperluas akses usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kepada sektor jasa keuangan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Sabtu (28/9/2024).
Dalam menjalankan peran strategis tersebut, dikatakan Dian, selain menyediakan produk dan layanan yang bersifat generik untuk membantu analisis kelayakan kredit secara umum.
Baca Juga
Perkuat Industri Syariah, OJK Kerja Sama dengan Bank Negara Malaysia
LPIP juga didorong untuk bisa menyediakan informasi perkreditan yang bernilai tambah dalam rangka mendukung peningkatan penyaluran kredit kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
“Tentu ini merupakan landmark dari capaian kita untuk bagaimana mengarah ke depan supaya industri pengelola informasi perkreditan ini kemudian betul-betul berkembang sesuai apa yang kita harapkan,” kata Dian.
Baca Juga
OJK Komitmen Ciptakan Fair Trade pada Industri Jasa Keuangan
Menurutnya, penyusunan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Industri LPIP 2024-2028 akan menjadi rujukan bagi arah pengembangan untuk seluruh pemangku kepentingan.
Secara umum, peta jalan ini terdiri dari empat pilar utama, yaitu penguatan kelembagaan, penguatan teknologo, penguatan bisnis, serta penguatan, pengaturan, dan pengawasan.
Lalu, peta jalan ini juga punya tiga perangkat pendukung atau enabler, yaitu kepemimpinan dan integritas, infrastruktur (teknologi & sumber daya), serta sinergi dan kolaborasi.
“Peta jalan ini akan menjadi bagian yang akan diintegrasikan dalam perumusan strategi nasional tentang credit reporting system di Indonesia secara menyeluruh,” ucap Dian.

