Bos LPS Harap DPK Perbankan Tumbuh Double Digit di 2025
JAKARTA, investortrust.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengharapkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan akan tumbuh bagus pada masa pemerintahan baru atau tepatnya pada tahun 2025.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di sela acara Bloomberg CEO Forum 2024 di The St Regis Jakarta, Jakarta, Rabu (4/9/2024).
"Sekarang pertumbuhan dana pihak ketiga 7%-8%.Mudah-mudahan nanti bisa double digit. Supaya apa? Supaya uang saya makin banyak. Kita expect, kan kita semua punya pengetahuan dari Pak Jokowi, dari Pak SBY bagaimana menjadikan pertumbuhan ekonomi. Harusnya kalau itu dimanfaatkan, kita bisa tumbuh baik ke depan ekonominya," ujar Purbaya.
Baca Juga
OJK: Perbankan Optimistis, Target Kredit dan DPK Direvisi ke Atas
Purbaya menjelaskan, dana pihak ketiga perbankan yang bertumbuh bisa dimanfaatkan untuk ikut menopang pertumbuhan perekonomian Indonesia.
"Otomatis kalau ekonominya baik, pertumbuhan dana pihak ketiga juga bagus, uang saya makin banyak. Ekonominya juga stabil, jadi uangnya makin ditumpuk, jadi ekspektasi kita begitu. Dan peluang untuk itu terbuka lebar," jelas Purbaya.
Meski begitu, Purbaya membeberkan, bisa saja pertumbuhan double digit DPK perbankan tak tercapai tahun depan.
"Itu kan ekspektasi. Kalau prediksinya belum tentu. Kalau jangkanya biasanya selama ini tumbuh 7-8 tahun, harusnya di sekitar situ juga. Kecuali memang pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat bisa direalisasikan dengan segera di tahun depan, maka kita akan bisa double digit DPK-nya," terang Purbaya.
Di sisi lain, Purbaya ikut menyoroti turunnya kelompok masyarakat kelas menengah menjadi kelas bawah akibat sejumlah faktor seperti turunnya daya beli dan perekonomian yang menantang. Diakuinya penurunan jumlah kelas menengah akan ikut berkontribusi pada sulitnya mencapai pertumbuhan DPK di masa mendatang. Ia pun menyampakan bahwa LPS akan terus berusaha mengkaji sejumlah kendala dalam perekonomian, sehingga LPS mampu mencari solusi dari kendala-kendala tersebut.
Baca Juga
Lewat CEO Forum, LPS Harap Kolaborasi Para Pemangku Kepentingan Dukung Pertumbuhan Ekonomi
"Kita asses kelemahan-kelemahan yang ada di perekonomian. (Agar) akhirnya kita tahu apa yang menyebabkan kita tumbuh lebih lemah. Dan harusnya sih, kalau di-address dengan baik, pertama, stabilitas pasti akan bisa dijaga. Dan yang kedua, pelan-pelan akan bisa terciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat," imbuh Purbaya.

