Transformasi Digital, Jurus AXA Mandiri Hadapi Tantangan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Rudi Nugraha mengatakan, pihaknya akan terus melakukan transformasi digital untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.
Pria yang akrab disapa Joshua itu menyebut, salah satu tantangan bagi industri adalah keamanan Informasi dan Teknologi (IT).
“Sebenarnya kalau untuk security, IT security itu satu hal yang menurut saya sangat penting. Karena sekarang industri semua go digital, semua transformasi ke digital,” kata Joshua, saat acara Investortrust Best Insurance 2024, di Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Baca Juga
Joshua mengatakan AXA Mandiri terus mengembangkan dan memastikan bahwa keamanan IT dalam posisi yang sangat baik. “Dan bisa istilahnya cukup aman,” kata dia.
Selain itu, kata Joshua, industri digital memainkan peran penting dan berpotensi besar. Ini terjadi pada kinerja Livin’ dan Kopra dari Bank Mandiri.
“Sekarang itu lebih dari 97% transaksi Bank Mandiri, itu dilakukan di Livin’ dan Kopra. Tidak lagi di bank, tidak lagi di ATM, tapi di Livin’ dan Kopra,” ujar dia.
Direktur PT AXA Mandiri Financial Services Rudi Nugraha menerima wawancara dengan wartawan seusai acara Investortrust Best Insurance 2024 di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis, (25/7/2024). Foto: Investortrust/Elsid Arendra.
Melihat potensi yang besar tersebut, Joshua mengatakan industri asuransi dapat memanfaatkannya di produk dan layanan yang tepat. “Nah ini kalau kita bisa ride on di situ, itu merupakan salah satu jawaban tadi, bagaimana kita bisa mencari solusi di tengah kondisi daya masyarakat yang sedang turun,” kata dia.
Baca Juga
Untuk itulah, Joshua menyebut di tengah berbagai tantangan ekonomi ke depan diperlukan transformasi digital yang tepat. Sebab, selama ini, literasi dan inklusi industri asuransi masih rendah dibandingkan dengan sektor perbankan.
“Artinya masih banyak peluang. Memang dari sisi daya beli masyarakat turun. Tapi sebenarnya kalau kita bisa membuat produk yang inovatif, layanan yang inovatif, kita bisa mendekatkan kepada nasabah dan calon nasabah, itu rasanya masih sangat luas,” kata dia.
Di tengah kabar daya beli masyarakat yang menurun, Joshua juga optimis transformasi keuangan itu dapat menjawab kebutuhan nasabah. “Saya masih sangat optimistis untuk perkembangan industri asuransi di Indonesia,” ujar dia.

