Ditopang Lini Kendaraan Bermotor, Jasindo Syariah Cetak Kenaikan Kontribusi 49,18%
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jasindo Syariah (Jasindo Syariah) mencatatkan pendapatan kontribusi sebesar Rp 154,46 miliar pada semester I 2024 atau naik 49,18% secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja positif dari lini bisnis asuransi kendaraan bermotor.
“Alhamdulillah tengah tahun pertama ini kontribusi yang berhasil kami torehkan Rp 154,46 miliar, dengan persentase mencapai 51,32% dari target 2024,” ujar Sekretaris Perusahaan Jasindo Syariah Wahyudi, dalam keterangan resmi, Rabu (24/7/2024).
Lebih lanjut, dikatakan dia, pertumbuhan positif tersebut disokong oleh kinerja moncer dari lini bisnis asuransi kendaraan. Hal ini tercermin kontribusi asuransi kendaraan yang menyumbang lebh dari setengah total kontribusi perusahaan di paruh pertama tahun ini.
Baca Juga
Jasindo Syariah Sebut Kantor Cabang Masih Dibutuhkan di Era Digitalisasi
“Bisnis yang berkembang juga akan kami imbangi dengan pelayanan prima. Kepercayaan nasabah adalah amanah yang harus kami jaga agar jangan sampai rusak apalagi berujung kecewa,” kata Wahyudi.
Di sisi bersamaan, sambungnya, rasio solvabilitas yang tercermin dari risk based capital (RBC) Jasindo Syariah berada di level 892,59% pada semester I 2024, atau jauh di atas ketentuan minimum dari regulator yaitu 120%.
Menurut Wahyudi, kinerja Jasindo Syariah didorong oleh perbaikan berkelanjutan dan transformasi bisnis yang mulai berjalan di awal 2023. Manajemen berupaya untuk menggali potensi dari bisnis ritel serta mengevaluasi profitabilitas bisnis existing.
Baca Juga
Tumbuh 52,15%, Pendapatan Kontribusi Jasindo Syariah Capai Rp 97,28 Miliar di Kuartal I-2024
”Disamping terus mengoptimalkan pelayanan untuk memastikan total customer satisfaction,” ucapnya.
Ke depannya, perusahaan asuransi umum syariah ini optimistis kinerja bisnisnya akan mampu mencapai target yang telah dicanangkan sebelumnya. Terlebih tahun depan akan diterapkan program asuransi wajib third party liability (TPL).
“Hal tersebut tentunya menjadi harapan baru bagi industri asuransi syariah untuk turut mengambil peranan dalam meramaikan pasar yang akan semakin menggemuk,” ujar Wahyudi.

