Ekspansi, Bank BPD Bali Targetkan Buka Kantor Cabang di Jakarta
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali atau BPD Bali memiliki sejumlah target-target yang ingin dicapai dalam bisnis di industri perbankan. Salah satunya melakukan ekspansi kantor cabang di Jakarta.
Head of Corporate Secretary Bank BPD Bali Ari Wijaya Guntur mengungkapkan, saat ini BPD Bali baru memiliki dua kantor cabang, yakni di Bali dan di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Masih dalam proses pengkajian (wilayahnya). Kalau memungkinkan bisa di Jakarta lebih bagus,” ucap Ari kepada investortrust.id, Kamis (11/7/2024).
Baca Juga
Raih Penghargaan Best Bank 2024, BPD Bali: Cerminan Kepercayaan Masyarakat
Jakarta sendiri diketahui masih menjadi wilayah yang mendominasi terjadinya perputaran uang, mencapai 70% di Indonesia, dan pusat kegiatan perekonomian nasional masih dilakukan di Jakarta.
Kendati demikian, Ari belum bisa memastikan pembukaan kantor cabang BPD Bali di Jakarta akan direalisasikan pada tahun ini atau 2025 mendatang.
“Kan (dikaji) berdasarkan potensi wilayah, juga juga perkembangan bisnis. Sejauh ini kami melihat Jakarta pasarnya besar,” terangnya.
Diketahui, Bank BPD Bali berhasil meraih penghargaan sebagai Bank Terbaik atau Best Bank 2024 untuk kategori Bank Pembangunan Daerah KBMI I versi Investortrust.id yang digelar di Graha CIMB, Jakarta pada Kamis (11/7/2024).
Predikat bank terbaik diraih berkat kinerja gemilang yang dibukukan BUMD Bali tersebut di tahun 2024 hingga kuartal I-2024. Sebagai catatan, BPD Bali berhasil meraup laba bersih Rp 270,53 miliar di kuartal I-2024.
Baca Juga
Angka tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 36% secara year on year (yoy) dari Rp 198,90 miliar pada periode yang sama tahun 2023.
Lompatan kinerga BPD Bali didorong oleh pertumbuhan total aset sebesar 14,53% yoy menjadi Rp 35,85 triliun per kuartal I-2024 dari Rp 31,31 di kuartal I-2023. Kenaikan aset disebabkan lonjakan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 9,80% menjadi Rp 30,69 triliun.
Adapun rasio-rasio keuangan lainnya tampak solid di mana rasio kredit bermasalah (NPL) gross berada pada level 1,30%, kemudian return on asset di angka 3,75%, BOPO sebesar 64,39% dan rasio kredit terhadap DPK atau Loan to Deposit Ratio (LDR) pada angka 69,69%.
Head of Secretary Bank BPD Bali Ari Wijaya Guntur menerima wawancara dengan reporter Investortrust seusai acara Investortrust Best Bank Awards Ceremony di Financial Hall, Jakarta, Kamis, (11/7/2024). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa.

