Punya Peran Penting Bagi Keluarga dan Negara, Ratusan Perempuan Ikut Literasi Keuangan OJK
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah terus berupaya meningkatkan literasi keuangan di masyarakat, termasuk di kalangan perempuan, salah satunya dengan menggelar Edukasi Keuangan Bundaku (Ibu, Anak, dan Keluarga Cakap Keuangan). Acara ini dihadiri ratusan perempuan, utamanya ibu-ibu.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan, perempuan merupakan segmen prioritas literasi dan edukasi keuangan sehingga pihaknya mendorong para perempuan menjadi duta-duta literasi keuangan di masyarakat.
“Kita percaya bahwa seorang ibu yang terliterasi maka ia pasti akan mengedukasi anak-anaknya dan juga keluarganya untuk kemudian mereka menjadi melek keuangan dan dapat memanfaatkan produk dan jasa keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya, di Jakarta, Selasa (26/6/2024).
Baca Juga
Dalam acara ini juga terdapat sesi leader’s insight yang menghadirkan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Ia menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengembangan sosial dan ekonomi.
Selain itu, Sri Mulyani juga membahas sejumlah poin penting seperti pemberdayaan perempuan melalui literasi dan inklusi keuangan dalam konteks pembangunan ekonomi dan sosial, serta tantangan dalam peningkatan akses keuangan bagi perempuan.
“Dengan instrumen apapun yang kita miliki, kita terus promote kemajuan perempuan karena perempuan memberikan dampak ke generasi yang akan datang,” katanya.
Baca Juga
Top! Untuk Pertama Kali Tingkat Literasi dan Inklusi Perempuan Ungguli Laki-Laki
Dikatakan Sri Mulyani, perempuan yang diberikan akses untuk jadi literate akan mampu mencari informasi dari sekolah, serta melalui interaksi sosial, sehingga perempuan mampu mendidik anak-anaknya dan menciptakan peradaban yang lebih baik, termasuk membangun perekonomian negara.
Selain itu, ada pula sesi talkshow edukasi keuangan pada acara ini, yang dipandu oleh pengamat ekonomi Aviliani. Adapun, berbagai narasumber dihadirkan seperti Direktur Compliance & Human Capital BSI Tribuana Tunggadewi, Komisaris PNM Nurhaida, Komisaris Bank Jago Anika Faisal, dan Direktur Keuangan Sumber Daya Manusia dan Umum Bursa Efek Indonesia Rista E Rustam.
Para narasumber membahas berbagai aspek terkait keuangan perempuan, termasuk pentingnya literasi keuangan, strategi pengelolaan keuangan keluarga, strategi dalam menghadapi tantangan sektor keuangan di era digital, pemberdayaan perempuan melalui akses dan inklusi keuangan, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan sebagai alternatif sumber pembiayaan dan investasi.

