Laba Komprehensif Melesat, Premi Manulife Justru Terkontraksi 5,24%
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp 1,3 triliun di tahun lalu atau tumbuh 225% dibandingkan 2022. Namun, premi yang dicatatkan terkontraksi 5,87%.
Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia, Ryan Charland mengatakan, tercapainya peningkatan laba komprehensif tersebut berkat fokus penguatan distribusi, serta inovasi yang dilakukan perseroan. Selain itu juga karena proses bisnis yang sudah berjalan sesuai aturan.
“Hal ini memungkinkan kami untuk mempererat hubungan dengan para nasabah dan menghasilkan kinerja keuangan yang kuat meskipun menghadapi tantangan ekonomi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/5/2024).
Baca Juga
Naiknya, laba komprehensif ditopang oleh pendapatan komprehensif lain yang tumbuh dari negatif Rp 1,05 triliun pada 2022 menjadi Rp 872,92 miliar di tahun lalu.
Di sisi yang bersamaan, lanjut Ryan, Manulife Indonesia juga mencatat pembayaran klaim sebesar Rp 7,9 triliun kepada kurang lebih 21.000 nasabah. Ini setara dengan Rp 21,6 miliar per hari atau Rp 899 juta klaim per jam yang dibayarkan kepada nasabah.
Baca Juga
Meski begitu, jika melihat laporan keuangan publikasi di website, total premi Manulife Indonesia sebesar Rp 9,5 triliun pada 2023 atau menurun 5,87% dibanding tahun 2022 yang tercatat Rp 10 triliun.

