Beban Meningkat, Laba Hibank Susut 48% di Kuartal I 2024
JAKARTA, investortrust.id - Bank digital garapan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), yakni Hibank mencatatkan penurunan laba bersih 48,09% dari Rp 54,46 miliar pada kuartal I 2023 menjadi Rp 28,27 miliar di periode yang sama tahun ini. Meningkatnya beban menjadi salah satu penyebabnya.
Melansir laporan keuangan publikasi Hibank di website, Rabu (22/5/2024), anjloknya laba bersih tersebut salah satunya disebabkan oleh beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) yang meningkat, dari 69,07% pada kuartal I 2023 menjadi 86,13% di periode yang sama tahun ini.
Jika dirinci sejumlah beban memang mencatatkan peningkatan. Misalnya saja dari sisi beban tenaga kerja yang mengalami peningkatan 92,39% secara tahunan menjadi Rp 54,74 miliar di kuartal I 2024. Hal yang sama juga terjadi pada beban promosi yang naik 542,34% menjadi Rp 713 juta.
Baca Juga
Selain itu, beban lainnya tercatat berada di angka Rp 44,46 miliar di kuartal I tahun ini atau meningkat 70,27% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 26,113 miliar.
Padahal di lain sisi, kredit yang disalurkannya mencatatkan pertumbuhan 19,73% dari Rp 6,02 trliliun pada kuartal I 2023 menjadi Rp 7,21 triliun di periode yang sama tahun ini. Artinya, fungsi intermediasinya masih terjaga dengan baik.
Baca Juga
Bayu Prawira: Bank Digital Ibarat Electric Vehicle, Akan Dominasi Pasar di Masa Datang
Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun oleh Hibank tercatat Rp 9,84 triliun pada kuartal pertama tahun ini, tumbuh tipis 3,61% dibanding periode yang sama 2023 sebesar Rp 9,50 triliun.

