Bank Sampoerna Catat Penyaluran Kredit UMKM Rp 7,8 Triliun di Kuartal I-2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatat penyaluran kredit sebesar Rp 11,6 triliun di kuartal I-2024, tumbuh 13,2% dibanding periode yang sama tahun 2023 yang tercatat Rp 10,3 triliun.
CEO Bank Sampoerna, Ali Rukmijah mengatakan, kenaikan penyaluran kredit Bank Sampoerna melampaui penyaluran kredit perbankan secara keseluruhan yang pada periode sama tercatat sebesar 11,8%.
Sebagian besar atau sekitar 67% total penyaluran kredit yang dilakukan Bank Sampoerna, senilai Rp 7,8 triliun merupakan porsi pinjaman yang disalurkan kepada pelaku UMKM.
"Pinjaman ke UMKM disalurkan baik secara langsung oleh Bank Sampoerna maupun melalui kerja sama dengan mitra," urai Ali dikutip dari keterangan resmi, Selasa (14/5/2024).
Baca Juga
Laba Bersih Bank Sampoerna Melonjak 129,63%, Cek Faktor Pendorongnya
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Sampoerna hingga akhir Maret 2024 tercatat naik 15% menjadi Rp 12,9 triliun dibandingkan pada akhir Maret tahun lalu sebesar Rp 11,2 triliun.
Peningkatan ini kata Ali juga melampaui peningkatan penghimpunan DPK industri perbankan secara keseluruhan yang pada periode sama tercatat sebesar 7,4%.
Restrukturisasi Kredit Berakhir
Akhir kuartal pertama tahun 2024 sendiri merupakan akhir periode program restrukturisasi kredit perbankan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) setelah beberapa kali mengalami perpanjangan terbatas.
Mengenai hal ini, Ali Rukmijah mengungkapkan, pihaknya melakukan antisipasi sejak lebih dari satu tahun lalu, sehingga menjadikan berakhirnya periode program restrukturisasi tidak berdampak signifikan terhadap kinerja maupun fundamental keuangan Bank Sampoerna.
Pun demikian, Ali mengungkapkan bahwa tantangan pada tahun 2024 tidak akan mereda. Meski pemilihan presiden telah berlangsung dengan baik, ketegangan politik global berpotensi mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Memang sejauh ini, beberapa lembaga nasional maupun internasional tidak melakukan revisi atas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2024. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2024 diperkirakan tetap akan kuat di kisaran 5,0%. Akan halnya bagi Bank Sampoerna sendiri, kami akan mengantisipasi dengan terus memantau dan memastikan kesiapan kami atas berbagai risiko yang mungkin akan meningkat termasuk risiko likuiditas dan risiko kredit,” terang Ali.
Lebih lanjut dikatakan, fungsi intermediasi Bank Sampoerna berjalan baik didukung dengan pendapatan operasional non-bunga yang juga terus berkembang, sehingga mendukung pertumbuhan laba Bank Sampoerna.
Bank Sampoerna membukukan laba bersih senilai Rp 26,3 miliar pada kuartal pertama tahun 2024, meningkat 43% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya.

