WNI Berobat ke Penang Diajak Gunakan Skema LCS
JAKARTA, Investortrust.id – Pada periode Januari-Juli 2023, terdapat 53.841 pasien asal Indonesia yang berobat di Penang, Malaysia. Sementara itu melansir data dari KJRI di Penang, pada tahun 2022 terdapat sekitar 178.132 pasien asing yang mencari jasa pengobatan di RS Penang dan 90% dari jumlah tersebut adalah WNI.
Hal ini disampaikan oleh Acting Konsul Jenderal RI Penang, Kiki Tjahjo Kusprabowo dalam kesempatan sosialisasi penerapan penggunaan mata uang Iokal atau Local Currency Settlement (LCS) di Penang, Malaysia (11/9/2023).
Di sisi lain terdapat fakta masih rendahnya penggunaan mata uang lokal dalam transaksi maupun perdagangan internasional antara Indonesia-Malaysia.
Hal ini mendorong KJRI Penang dan Kantor Perwakilan BI di Singapura menyelenggarkaan kegiatan sosialisasi penerapan penggunaan mata uang Iokal atau Local Currency Settlement (LCS) di Penang, Malaysia.
Local Currency Settlement juga dipastikan akan memudahkan warga dua negara saat harus melakukan transaksi saat berada di Malaysia atau sebaliknya. Sejauh ini Malaysia juga kerap didatangi warga negara Indonesia yang membutuhkan penanganan medis ke sejumlah rumah sakitnya, salahs atunya di Penang.
Kiki menyebut kerangka kerja sama LCS Indonesia-Malaysia akan sangat membantu upaya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan melalui penggunaan mata uang setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Penang Centre of Medical Tourism (PMED), Mary Ann menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif penggunaan Rupiah untuk memfasilitasi pembayaran jasa kesehatan di Penang. Pasalnya pasien yang sakit tentu tidak mau repot mencari tempat penukaran uang (money changer) saat kebutuhan uang Ringgitnya sedikit.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung pada Senin (11/9/2023) dihadiri Executive Analyst Kantor Bank Indonesia di Singapura, Bayu Dwi Atmanto, Direktur Eksekutif Penang Centre of Medical Tourism (PMED) Mary Ann, dan Head of Treasure Distribution & Institutional Sales CIMB Niaga, Herman.
Executive Analyst Kantor Bank Indonesia di Singapura, Bayu Dwi Atmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bank Indonesia bersama dengan Gugus Tugas Nasional LCS terus menggencarkan sosialisasi kepada stakeholders yang dapat memanfaatkan kerangka LCS, khususnya dengan Malaysia.
Sektor rumah sakit di Penang salah satunya dapat menjadi pengguna potensial LCS untuk transaksi perdagangan jasa mengingat tingginya jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menggunakan jasa kesehatan di berbagai rumah sakit di Penang. Untuk itu, meminta dukungan dari seluruh stakeholders di Malaysia terhadap aplikasi LCS Rupiah dan Ringgit dalam penerapan bisnis mereka.
Dalam sesi presentasi, Assisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Puput menjelaskan bahwa kerjasama LCS Malaysia sudah dimulai sejak awal tahun 2018 yang ditandatangani dengan penandatangan MoU antara Bank Sentral Indonesia dengan Bank Sentral Malaysia dan Thailand.
Saat ini Malaysia dan Jepang merupakan kontributor utama peningkatan transaksi LCS dengan Indonesia dengan nilai transaksi mencapai US$200 juta sehingga jumlah pemanfaatan LCS hingga Juli 2023 telah mencapai US$ 3,8 miliar.

