Premi FWD Insurance Naik 30% Jadi Rp 766 Miliar pada Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT FWD Insurance Indonesia mencatat pertumbuhan bisnis yang positif pada semester I 2026. Tercermin dari pendapatan premi yang meningkat 30% secara year on year (yoy) menjadi Rp 766 miliar.
Direktur Utama FWD Insurance Jeffrey Woo mengungkapkan, pertumbuhan premi tersebut terutama ditopang oleh peningkatan produksi bisnis baru melalui sejumlah kanal distribusi utama, yakni keagenan, bancassurance, dan digital commerce.
“Semester pertama 2026 memberikan momentum positif bagi FWD Insurance. Pertumbuhan bisnis dan perbaikan profitabilitas yang kami catat mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat terhadap solusi dan layanan yang kami hadirkan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga
Literasi Keuangan Remaja Masih 51,68%, FWD Insurance Sasar 2.700 Siswa
Menurut Jeffrey, capaian tersebut didukung oleh strategi distribusi, penguatan kemitraan, serta upaya perusahaan dalam memahami kebutuhan perlindungan nasabah yang terus semakin berkembang.
Selain pertumbuhan premi, lanjut dia, FWD Insurance juga mencatatkan perubahan profitabilitas yang signifikan. Berdasarkan laporan keuangan bulanan konvensional unaudited per 30 Juni 2026, perusahaan membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 107,3 miliar. Capaian itu berbalik dari rugi bersih setelah pajak Rp 55,6 miliar pada semester I 2025. Dengan begitu, FWD Insurance mencatat koreksi positif Rp 162,9 miliar (yoy).
Di lain sisi, pembayaran klaim dan manfaat selama semester I 2026 mencapai Rp 246,5 miliar, meningkat 17% (yoy). Dari sisi solvabilitas, perusahaan mencatatkan risk based capital (RBC) sebesar 281% pada Juni 2026, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 120%.
Sementara itu, total ekuitas FWD Insurance meningkat 3% (yoy) menjadi Rp 2,53 triliun per Juni 2026.
Baca Juga
FWD Group Tunjuk Jeffrey Woo Jadi Direktur Utama FWD Insurance
Kinerja FWD Group
Kinerja positif juga tercatat di tingkat grup. FWD Group Holdings Limited membukukan penjualan bisnis baru sebesar US$ 1,35 miliarr berdasarkan annualised premium equivalent (APE) pada semester I 2026, tumbuh 7%. New business contractual service margin (CSM) juga naik 25% menjadi US$ 996 juta.
Dari sisi profitabilitas, laba operasional setelah pajak FWD Group meningkat 20% menjadi US$ 298 juta. Pertumbuhan itu ditopang oleh kontribusi positif dari empat segmen pelaporan, yaitu Hong Kong SAR & Macau SAR, Thailand & Cambodia, Japan, serta Expansion Markets.
Laba bersih setelah pajak FWD Group tercatat US$ 172 juta, meningkat tiga kali lipat dibandingkan semester I 2025 dan menjadi capaian tertinggi yang dibukukan grup. Indikator penciptaan nilai bagi pemegang saham juga menunjukkan pertumbuhan, dengan comprehensive tangible equity meningkat 5% menjadi US$ 8,83 miliar, sedangkan group embedded value naik 5% menjadi US$ 6,95 juta miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2025.
Terlepas dari itu, Jeffery mengatakan, FWD Insurance akan melanjutkan penguatan layanan berbasis teknologi digital dan kanal distribusi untuk menopang pertumbuhan bisnis.
“Ke depan, FWD Insurance berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman nasabah melalui layanan yang didukung teknologi digital, memperkuat kemitraan distribusi, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan visi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi,” kata Jeffrey.
