Perdagangan Timah JFX Tembus 300.000 Ton, Nilai Capai US$ 8 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX), bursa berjangka komoditas yang telah beroperasi selama 27 tahun, menyatakan siap mendukung implementasi Bursa Mineral Komoditas Strategis (BMKS) yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Kesiapan tersebut ditopang pengalaman mengelola perdagangan berbagai komoditas, termasuk timah yang telah menarik pelaku pasar internasional.
Direktur Utama Jakarta Futures Exchange atau PT Bursa Berjangka Jakarta Yazid Kanca Surya mengatakan pengalaman perdagangan timah menjadi salah satu bukti konkret kemampuan JFX dalam membangun pasar komoditas yang mempertemukan penjual dan pembeli domestik maupun internasional.
Sejak 2019 hingga Agustus 2025, volume perdagangan Timah melalui JFX telah mencapai lebih dari 300.000 ton dengan nilai lebih dari US$ 8 miliar atau sekitar Rp 128 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.000 per US$. Aktivitas tersebut melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha aktif.
Baca Juga
Rupiah Fluktuatif, JFX Catat Lonjakan Transaksi Emas dan Siapkan 46 Pasangan Mata Uang Asing
Pada 2024, lebih dari 95% transaksi timah nasional tercatat melalui JFX. Menurut Kanca, angka tersebut menunjukkan posisi perdagangan timah di JFX telah berkembang menjadi bagian penting dari ekosistem komoditas nasional.
Salah satu indikator yang dinilai penting adalah keterlibatan pembeli internasional. Pembeli dari China, Jepang, Singapura hingga Eropa tetap memilih melakukan transaksi Timah melalui JFX meskipun tidak memiliki kewajiban dari pemerintah untuk membeli komoditas tersebut melalui bursa Indonesia.
“Pembeli punya pilihan. Mereka tidak diwajibkan membeli melalui JFX, tetapi tetap datang dan bertransaksi di sini. Kalau pasar kita tidak efisien atau tidak dipercaya, tentu mereka bisa membeli di tempat lain. Ini menunjukkan pasar yang dibangun Indonesia sudah mendapat kepercayaan dari pelaku internasional,” ujar Kanca dalam editor gathering di Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Harga JFX Mulai Diperhatikan Pasar Global
Kepercayaan pelaku internasional tersebut juga terlihat dari perhatian pasar terhadap harga timah yang terbentuk di JFX. Menurut Kanca, pembeli timah Indonesia kini tidak hanya mempertimbangkan harga yang terbentuk di London Metal Exchange (LME), salah satu bursa logam utama dunia, tetapi juga melihat harga JFX sebagai salah satu referensi.
“Pada prinsipnya kita sudah menjadi salah satu price reference. Bobotnya mungkin belum sebesar bursa global lainnya, tetapi harga JFX sudah menjadi salah satu faktor yang diperhatikan ketika orang melakukan transaksi Timah. Itu menunjukkan bahwa pembentukan harga dari Indonesia sebenarnya sudah mulai berjalan,” kata Kanca.
Pengalaman JFX tidak hanya berasal dari perdagangan Timah. Selama 27 tahun beroperasi, JFX telah mengembangkan perdagangan berbagai komoditas, mulai olein, kopi, kakao dan emas.
Kanca mengatakan pengalaman tersebut membuat JFX memahami bahwa satu mekanisme perdagangan tidak dapat diterapkan secara seragam untuk seluruh komoditas.
“Setiap komoditas punya karakteristik yang berbeda. Mekanisme yang berhasil untuk satu komoditas belum tentu bisa diterapkan dengan cara yang sama pada komoditas lainnya. Kita harus memahami apa yang dibutuhkan penjual dan pembeli, kemudian membangun mekanisme yang sesuai dengan karakter pasar tersebut,” kata Kanca.
Menurut dia, pemahaman lintas komoditas tersebut menjadi modal bagi JFX untuk mendukung implementasi BMKS. Sistem dan mekanisme yang telah berjalan dapat dikembangkan agar sesuai dengan arah kebijakan pemerintah dan karakter masing-masing komoditas strategis.
JFX juga melihat pengalaman mengoperasikan pasar sebagai aset penting dalam pengembangan BMKS. Operasional bursa tidak hanya membutuhkan sistem perdagangan, tetapi juga kemampuan mempertemukan penjual dan pembeli, memastikan proses penyelesaian transaksi berjalan, serta menjaga kepercayaan pelaku pasar.
Baca Juga
Bursa Mineral Ditargetkan Beroperasi 2027, JFX Siapkan Ekosistem Perdagangan
Dengan target BMKS mulai beroperasi pada 2027, JFX menyatakan kesiapan untuk berkontribusi apabila pemerintah memberikan mandat dan kebutuhan pengembangan sistem telah ditetapkan.
“Kalau pemerintah menghendaki BMKS beroperasi pada 2027, kami sangat siap membantu mewujudkannya. Secara sistem, mekanisme, dan ekosistem, fondasinya sudah ada. Tinggal bagaimana pengalaman yang sudah kita miliki ini diperkuat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing komoditas,” tutup Kanca.
