Permintaan Bitcoin Menguat, ETF AS Kembali Serap Dana US$ 865 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Permintaan terhadap Bitcoin kembali menguat sepanjang pekan ini, tercermin dari derasnya aliran dana ke produk investasi Bitcoin spot di Amerika Serikat (AS) serta lonjakan aktivitas jaringan.
Melansir CoinMarketCap, Minggu (9/8/2026), data Farside Investors menunjukkan, produk Bitcoin spot AS mencatat net inflow sekitar US$ 865,3 juta selama lima sesi perdagangan pada 3-7 Agustus 2026. Arus dana masuk tersebut menjadi sinyal bahwa minat investor institusional terhadap aset kripto terbesar di dunia mulai kembali menguat.
Pada 3 Agustus, inflow tercatat US$ 170,1 juta, kemudian meningkat menjadi US$ 211,5 juta pada 4 Agustus. Arus dana masuk kembali menguat pada 5 Agustus dengan US$ 244,4 juta. Selanjutnya, produk Bitcoin spot mencatat inflow US$ 137,6 juta pada 6 Agustus dan US$ 101,7 juta pada 7 Agustus. Jika diakumulasikan, total dana yang masuk mencapai sekitar US$ 865,3 juta dalam sepekan.
Baca Juga
Pasar Kripto Merah, Bitcoin Turun ke US$ 64.000 Meski Ada Spekulasi Target US$ 70.000
Data CryptoQuant turut menunjukkan tanda-tanda penguatan akumulasi oleh investor institusional. Analis Crypto Patel mencatat sekitar 11.792 Bitcoin masuk ke wallet yang teridentifikasi sebagai miliki penyedia layanan atau institusi selama periode tersebut.
Dengan harga Bitcoin sekitar US$ 64.700, nilai Bitcoin yang masuk diperkirakan mencapai US$ 754 juta. Angka tersebut menjadi kenaikan mingguan terbesar kedua sepanjang 2026.
Penguatan permintaan Bitcoin tak hanya terlihat dari sisi institusional. Aktivitas di jaringan Bitcoin juga mengalami lonjakan. Santiment Intelligent mencatat sekitar 2,27 juta wallet baru dibuat dalam sepekan terakhir, menjadi yang tertinggi dalam setahun.
Selain itu, terdapat sekitar 751.000 wallet aktif yang merupakan tingkat aktivitas jaringan tertinggi dalam sekitar 10 bulan.
Namun lonjakan tersebut tak sepenuhnya mencerminkan masuknya pengguna baru ke ekosistem Bitcoin. Santiment mencatat, sebagian aktivitas tersebut berkaitan dengan perpindahan dana dan pembuatan alamat baru setelah terjadinya masalah keamanan pada hardware wallet Coldcard.
Krisis Coldcard Picu Migrasi Dana
Insiden keamanan Coldcard turut menjadi salah satu faktor di balik meningkatnya aktivitas wallet Bitcoin. Galaxy Research memperkirakan, sekitar US$ 130 juta Bitcoin telah dikuras dari wallet yang terdampak setelah penyerang mengeksploitasi kelemahan dalam proses pembuatan seed yang berkaitan dengan integrasi firmware sejak 2021.
Coinkite kemudian merilis firmware yang telah diperbarui untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, pembaruan firmware tidak serta-merta membuat seed yang dibuat sebelum perbaikan menjadi aman.
Baca Juga
Rusia Tindak Tegas 9 Bursa Kripto yang Terlibat Pencucian Uang
Pengguna yang terdampak perlu memindahkan Bitcoin mereka ke wallet baru dengan seed yang dibuat melalui sistem yang telah diperbaiki. Proses migrasi tersebut menyebabkan peningkatan jumlah alamat baru sekaligus mendorong aktivitas transaksi di jaringan.
Dengan begitu, lonjakan wallet Bitcoin dalam sepekan terakhir merupakan kombinasi dari meningkatnya aktivitas pasar, kembalinya permintaan institusional, serta perpindahan dana untuk meningkatkan keamanan aset.
Terlepas dari itu, melansir CoinMarketCap, saat ini harga Bitcoin berada di level US$ 64.860,50 pada Minggu (9/8/2026), pukul 15.09 WIB atau menurun 0,1% dalam 24 jam terakhir.

