Bisnis Moncer, Laba Tugu Insurance (TUGU) Melesat 76,87% Jadi Rp 480,29 Miliar di Semester I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk atau Tugu Insurance (TUGU) mencatatkan kinerja solid hingga semester I 2026. Secara konsolidasi, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk (laba bersih) sebesar 76,87% menjadi Rp 480,29 miliar, dari sebelumnya Rp 271,55 miliar pada periode yang sama 2025.
Sejalan dengan itu, laba per saham atau earnings per share (EPS) tercatat meningkat, dari Rp 76 pada semester I 2025 menjadi Rp 135 pada periode yang sama tahun ini.
Direktur Keuangan & Layanan Korporasi Tugu Insurance Fitri Azwar mengungkapkan, capaian tersebut sejalan dengan perkembangan kinerja bisnis perseroan, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan portofolio, underwriting, dan manajemen risiko secara konsisten. Perseroan akan tetap mencermati dinamika perekonomian dan industri asuransi yang dapat memengaruhi kinerja hingga akhir tahun.
“Hasil pada semester I 2026 menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus menjaga kualitas kinerja secara berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (3/8/2026).
Baca Juga
Jaga Keberlanjutan Bisnis, Tugu Insurance (TUGU) Komit Dorong Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Sejalan dengan diterapkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117, lanjut Fitri, Tugu Insurance membukukan pendapatan jasa asuransi Rp 4,45 triliun pada semester I 2026. Angka tersebut naik 16,31% dibanding periode yang sama 2025 yaitu Rp 3,83 triliun.
Kemudian, hasil jasa asuransi tercatat Rp 602,95 miliar, meningkat 85,56% dibandingkan Rp 324,94 miliar. Dari sisi pendapatan operasional juga tumbuh 24,61%, dari Rp 257,84 miliar menjadi Rp 321,29 miliar. Kontribusi tersebut berasal dari sewa, jasa survei, serta penjualan kendaraan yang dijalankan oleh entitas anak usaha.
Sejalan dengan itu, Tugu Insurance juga membukukan pendapatan investasi sebesar Rp 140,50 miliar. Capaian tersebut didapat berkat penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola portofolio investasi dengan mempertimbangkan aspek likuiditas, risiko, dan imbal hasil, di tengah volatilitas pasar keuangan yang tengah terjadi saat ini.
Baca Juga
Dukung Pelestarian Lingkungan, Tugu Insurance (TUGU) Serahkan 3.000 Bibit Pohon untuk Hutan Adopsi
Perusahaan asuransi umum berkode saham TUGU ini juga mencatatkan total aset Rp 29,49 triliun pada 30 Juni 2026, tumbuh 6,4% dibanding posisi Desember 2025 yaitu Rp 27,71 triliun. Dengan total ekuitas Rp 10,01 triliun, juga memberikan landasan bagi perseroan untuk menjaga kesinambungan usaha serta mendukung pengembangan bisnis sesuai dengan strategi dan kondisi usaha yang berlaku.
“Perseroan senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan struktur keuangan dan permodalan. Fokus kami adalah menjaga kesinambungan bisnis, memenuhi komitmen kepada para pemangku kepentingan, serta menciptakan nilai tambah secara bertahap dan berkelanjutan,” kata Fitri.
Menurutnya, penerapan PSAK 117 juga menjadi bagian dari upaya Tugu Insurance dalam meningkatkan kualitas, konsistensi, dan transparansi pelaporan keuangan. Perseroan berupaya memastikan pencatatan dan penyajian kinerja dilakukan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
“Sehingga, informasi keuangan yang disajikan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih relevan mengenai fundamental bisnis,” ucap Fitri.
